Star Wars: The Force Awakens Memang Tidak Mengecewakan

| Oleh: Dante | 18 Dec 2015 - 8:00 PM
33
0
kylo ren di star wars: the force awakens

Satu dekade sejak Star Wars: Revenge of the Sith (2015) dan tiga dekade lebih sejak Star Wars: A New Hope (1977) tayang, para penggemar film fiksi ilmiah kreasi George Lucas kini bisa menyaksikan kembali Star Wars dalam sebuah sekuel trilogi baru, Episode VII: The Force Awakens. Star Wars: The Force Awakens merupakan film Star Wars pertama yang hadir di era sosial media dengan kampanye marketing yang gencar oleh Disney dan pemberitaan bombastis membuat hype-nya luar biasa, apalagi dalam beberapa bulan terakhir.

Kupaman akan sebisa mungkin tidak membeberkan plot penting film berdurasi 135 menit ini. Sehingga walau telah membaca review ini, kamu masih tetap bisa menikmati perasaan dag-dig-dug menanti kejutan yang akan ditampilkan .

The Force Awakens mengisahkan 30 tahun setelah Return of the Jedi dimana Galactic Empire yang telah berhasil dihancurkan Luke Skywalker dan Rebellion bangkit kembali lewat organisasi militer berskala besar, The First Order. Di sisi lain, Rebellion sekarang berganti nama menjadi The Resistence dengan Leia sebagai Jendral yang terus memperjuangkan kebebasan galaksi dari tirani The First Order.

review star wars: the force awakens

Di sisi Light Side ada tiga tokoh utama yang debut di film ini. Yaitu Finn, seorang Stromtrooper yang nuraninya muncul karena tidak tega melihat kekejian The First Order. Lalu ada Rey, seorang wanita yang ditinggalkan keluarganya sejak kecil di planet Jakku. Terakhir ada Poe Dameron, pilot terbaik di Resistance yang mendapat misi penting dari Jendral Leia.

Di bagian Dark Side adalah Kylo Ren, murid Supreme Leader Snoke yang ingin meneruskan apa yang dilakukan Darth Vader pada masa kekuasaan Galactic Empire. Kemudian Supreme Leader Snoke, pimpinan tertinggi First Order yang misterius dan Jendral Hux yang setara dengan Kylo Ren tapi kadang sering berseberangan pendapat.

Karakter-karakter lama dari original trilogy juga hadir seperti Han Solo, Chewbacca dan Leia. Tapi mereka berbeda dengan yang kita ingat selama ini. Solo masih terkenal dengan keahlianya mengemudikan Millennium Falcon dan tetap sebagai lihai dalam menggunakan DL-44 heavy blaster pistol. Tapi di The Force Awakens selain terlihat jauh lebih tua, ia dan Leia seperti memiliki beban yang berat di dalam pikirannya.

Karakter-karakter baru memegang peranan yang penting di sekuel trilogi ini. Finn yang agak kocak dan apa adanya, Rey yang kesepian namun berani menghadapi takdirnya dan Poe yang walau porsi penampilannya tidak terlalu banyak ini dan terasa pas menjembatani sebuah franchise yang telah berumur cukup lama kepada penonton generasi baru.

review star wars the force awakens

Karakter Kylo Ren juga berbeda dan lebih  manusiawi dibandingkan para Sith Lord yang kejam di prekuel trilogy atau Darth Vader di original trilogy. Walau berpihak kepada Dark Side namun dibalik topeng dan suara yang mengintimidasi musuh-musuhnya, Kylo adalah seorang manusia yang memiliki konflik batin. Tapi Supreme Leader Snoke yang auranya berasa seperti Emperor Palpatine agak kurang greget untuk jadi sosok misterius yang dinantikan fans.  Sementara penampilan Captain Phasma bisa dibilang agak mengecewakan jauh dari harapan dan hype yang ada selama ini.

Spesial effect dan adegan “Perang Bintang” enggak perlu diragukan lagi, The Force Awakens akan memuaskan fans baru dan lama. Walau tidak seheboh aksi-aksinya prekuel trilogy, tapi pertempuran antara The Resistance dan The First Order terasa lebih nyata dan tidak berlebihan. Duel lightsaber-nya juga enggak selincah dan sedashyat pertarungan Anakin dan Obi-Wan Kenobi. Star Wars: The Force Awakens lebih memfokuskan kepertarungan hidup-mati yang mengandalkan skill normal tapi tetap terasa seru.

Menurut Kupaman, Star Wars: The Force Awakens terasa singkat walau sebenarnya berdurasi dua jam lebih. Banyak adegan-adegannya  mengingatkan para fans yang die hard pada original trilogy khususnya Star Wars Episode IV: A New Hope. Overall fans Star Wars baik dari original trilogy dan prekuel trilogy sepertinya enggak akan kecewa dengan film pertama dari sekuel trilogi ini.

Oh ya, bagaimana penampilan ketiga aktor Indonesia yaitu Yayan Ruhiyan, Iko Uwais dan Cecep Arif Rahman yang berperan sebagai genk Kanjiklub? Kupaman rasa penampilan mereka cukup oke walau porsi kemunculannya tak terlalu lama dan minim dialog. Nah, saksikan saja sendiri di bioskop dan buktikan!

.