Spoiler Review Finding Dory: Cerita Menyentuh Dibalut Humor Segar Dengan Visualisasi Spektakuler

| Oleh: Kylo | 25 Jun 2016 - 6:40 PM
373
0
review spoiler finding dory

Untuk memahami lebih dalam dari film Finding Dory, mungkin sebelum menyaksikannya kamu perlu menonton terlebih dahulu Finding Nemo. Entah versi aslinya atau yang telah di-dubbing ke dalam Bahasa Indonesia. Setelah 13 tahun, akhirnya Andrew Stanton kembali membuat sebuah kisah petualangan baru yang enggak kalah mengesankan, menegangkan dan mengharukan.

Tokoh utama dari film ini adalah Dory ikan blue tang yang mempunyai penyakit suka lupa. Jika di film Finding Nemo kita melihat perjuangan Marlin (Albert Brooks) sang ayah mencari anaknya Nemo (Hayden Rolence) yang hilang, maka di sekuelnya, giliran Dory (Ellen DeGeneres) yang berusaha untuk mencari kedua orang tuanya Jenny (Diane Keaton) dan Charlie (Eugene Levy).

Petualangan Dory jauh lebih besar dan lebih seru. Seting utamanya berlokasi di Marine Life Institute. Ada banyak hewan-hewan baru yang akan menjadi bagian besar dalam petualangan Dory untuk mencari kedua orang tuanya. Ada Hank (Ed O'Neill) si gurita yang entah bagaimana caranya bisa menyamar seperti bunglon, Destiny (Kaitlin Olson) si ikan hiu paus yang ternyata adalah sahabat kecil Dory, Bailey (Ty Burrell) ikan Beluga yang kehilangan (sebenarnya tidak) kemampuan eko lokasinya dan Fluke (Idris Elba) dan Rudder (Dominic West) sepasang singa laut yang hobi bermalas-malasan di batu.

marine life institute di finding dory

Ketika berhasil mencapai Marine Life Institute, Dory akan terpisah cukup lama dengan Marlin dan Nemo yang mencoba untuk mengantarnya mencari kedua orang tuanya. Mereka baru akan dipersatukan kembali menjelang akhir film. Jika disandingkan dengan film pendahulu, Finding Dory nggak kalah menyentuh. Karena temanya masih tetap sama yang keluarga. Finding Nemo mengenai hubungan ayah dan anak lalu Finding Dory adalah mengenai hubungan antara diri dengan kedua orang tuanya dan seluruh sahabat-sahabat yang ditemuinya di sepanjang perjalanan.

Seperti resep film sekuel pada umumnya, Finding Dory mencoba untuk menghadirkan kisah petualangan yang jauh lebih besar dari film originalnya. Dari animasinya terlihat sekali visualisasi yang dihadirkan oleh film dengan biaya senilai 200 juta Dolar itu dibuat sangat “wah” dan spektakuler.

Wilayah lautannya kali ini menghadirkan biota laut lebih banyak dan bervariasi. “Pamer” visualnya yang keren itu bisa dilihat ketika di Marine Life Institute pada saat Dory masuk ke tempat kumpulan hewan-hewan laut yang berada di satu wadah yang sangat besar. Dari situ bisa dilihat betapa memukaunya grafis animasi 3D yang ditampilkan oleh Pixar. Boleh dibilang Finding Dory adalah film animasi Pixar terbaik saat ini dalam hal kualitas visual.

akuarium raksasa di finding dory

Untuk porsi komedi dan aksi sepertinya pada Finding Dory juga diperbanyak dengan menampilkan banyak scene kocak yang memancing para penonton tua maupun muda tertawa lepas. Misalnya ketika Hank yang mencoba untuk membawa Dory menemui orangtuanya, si gurita bertentakel tujuh yang bisa menyamar menjadi berbagai macam hal seperti tanaman ataupun tiang. Atau ketika keduanya mencuri mobil dari Marine Life Institute dan mencoba untuk mengendarainya.

Kupaman menyaksikan film ini dua kali, dalam versi aslinya dan versi “lokal”nya yaitu Mencari Dory. Ternyata keduanya sangat berkesan. Apalagi untuk Mencari Dory yang ternyata dubingnya cukup oke. Syahrini dan Raffi Ahmad yang mengisi suara Destiny dan Bailey performanya baik. Apalagi dengan pengisi suara dari Dory kecil yang suaranya membuat seisi bioskop menjadi seketika “jatuh cinta”.

Secara keseluruhan film Finding Dory adalah sebuah sekuel memikat yang akan membuat semua yang menyaksikan terhibur. Ceritanya akan menyentuh penonton dewasa dan menarik perhatian penonton cilik. Baik dalam versi aslinya atau versi “Mencari Dory,” film yang diproduksi oleh Pixar Animation Studios ini rasanya cukup pantas masuk ke dalam jajaran lima besar film animasi terbaik  tahun ini dan sudah meraup pendapatan yang fantastis.

Skor Review: 4,5/5

.