Review X-Men: Apocalypse: Film X-Men Terbaik Dengan Konklusi Apik

| Oleh: Kylo | 18 May 2016 - 4:36 PM
1382
0
para mutan muda di x-men:apocalypse

Bagi yang telah menonton X-Men: First Class dan X-Men: Days of Future Past, X-Men: Apocalypse akan menjadi film penutup trilogy kedua dari franchise yang kini telah berumur 16 tahun itu (jauh lebih tua dari franchise Marvel Cinematic Universe). Kisahnya merupakan cerita pamungkas dari para X-Men lama yang diwakili oleh Charles Xavier, Magneto, Mystique dan Beast, namun awal yang baru bagi para mutan muda. Musuh utama dari film ini siapa lagi kalau bukan mutan pertama di dunia, En Sabah Nur atau yang biasa disebut dengan Apocalypse (nama yang diberikan oleh Havoc mengutip dari kitab Injil).

Film X-Men terbaru ini mengisahkan satu dekade setelah kejadian di X-Men: Days of Future Past, dimana Mystique telah dianggap sebagai pahlawan dan panutan bagi para mutan di seluruh dunia, karena berhasil menghentikan usaha pembunuhan oleh Magneto. Magneto sendiri menyamar menjadi seorang pekerja biasa di Polandia, dan telah memiliki anak serta istri. Sedangkan Charles Xavier telah mendirikan sekolah untuk anak-anak berbakat (mutan) di rumah peninggalan orangtuanya. Cerita mulai beranjak semakin menarik dengan bangkitnya mutan berusia ribuan tahun, Apocalypse, yang mulai merekrut empat abdi barunya.

x-men: apocalypse

Jika First Class menjadi cerita origin yang menarik dan Days of Future Past menjadi cerita time-travelling yang menarik dan seru. Maka X-Men: Apocalypse menjadi kisah konklusi yang apik, tidak saja emosional tapi juga banyak adegan aksi yang enggak kalah seru dan menegangkan.

Hampir setiap mutan utama yang ada di film ini memiliki momen keren. Quicksilver mendapat porsi yang lebih banyak dan lebih kocak dari yang dulu pernah ditampilkannya di Days of Future Past. Sedangkan akting James McAvoy dan Michael Fassbender sebagai Profesor X dan Magneto tetap memukau.

Para mutan baru, Cyclops, Jean Grey dan Nightcrawler juga diperkenalkan kembali ke franchise X-Men dengan nuansa yang lebih fresh dan tidak terlalu dipaksakan. Ketiga mutan muda tersebut juga memiliki momen-momen terbaiknya di film berdurasi 144 menit ini.

Penampilan Wolverine di tengah-tengah film sebenarnya enggak terlalu signifikan tapi lumayan juga sebagai pengobat rindu sebelum menyaksikan kembali aksinya di film ketiganya yang baru akan tayang tahun depan. Jika telah menyaksikan X-Men Origins: Wolverine, lupakan saja. Karena scene Wolverine yang ada disini akan membuat kamu bingung. Soalnya Days of Future Past telah menghapus timeline tersebut, maka anggaplah kehadiran dari karakter yang kembali diperankan oleh aktor Hugh Jackman itu sebagai kejadian baru di timeline baru. Kalau masih bingung juga, baca dulu deh tulisan Kupaman mengenai Timeline X-Men Cinematic Universe Bikin Bingung? Ini Dia Penjelasannya!

apocalypse alias en sabah nur

Oscar Isaac sebagai Apocalypse, yang ketika pertama kali diperkenalkan langsung membuat internet rusuh, karena banyak yang memperbandingkan penampilannya dengan Ivan Ooze musuh di Power Rangers The Movie. Kupaman rasa Ooze berhasil menghidupkan tokoh mutan yang maha kuasa itu menjadi salah satu tokoh villain terbaik yang pernah ada di film layar lebar X-Men.     

Walau banyak pendapat negatif mengenai X-Men: Apocalypse, Kupaman sebagai penikmat film khususnya genre superhero, tetap menyarankan untuk menyaksikan film yang apik ini. Enggak kalah seru dari film-film buatan Marvel Studios, kok!

Oh, dan jangan lupa seperti film X-Men Cinematic Universe sebelumnya, akan ada sebuah post-credit scene yang memperkenalkan karakter familiar (bagi yang sering membaca komik X-Men). Tidak dalam wujud seorang manusia namun perwakilan namanya saja. Siapakah dia? Jangan lupa tetap duduk di bangku dan bersabar sambil menunggu credit titlenya berakhir yah!

 

.