Review Warcraft: The Beginning: Bukan Adaptasi Harapan Gamer Tapi Cukup Menghibur

| Oleh: Kylo | 25 May 2016 - 7:36 PM
577
0
film warcraft: the beginning

Apakah Warcraft: The Beginning menjadi movie game yang lepas dari kutukan? Sejak dahulu jika ada movie game yang tayang di bioskop, pertanyaan inilah yang selalu terngiang di benak fans gamenya. Apalagi tahun ini jumlah movie game yang tayang tergolong banyak. Kita sudah bisa menyaksikan Ratchet and Clank, The Angry Birds Movie dan yang terbaru adalah Warcraft: The Beginning. Lalu masih ada Asssassin’s Creed the movie yang baru akan tayang di akhir tahun.

Jadi bagaimana dengan film arahan Duncan Jones ini yang diadaptasi dari game MMORPG (Massively Multiplayer Online Role Playing Game) yang sangat populer, World of Warcraft? Bagi yang menyaksikannya, maka film pertama yang digadang akan menjadi sebuah trilogy ini enggak terlalu jauh berbeda dengan franchise Lords of the Rings. Bukan dari segi ceritanya, namun nuansa abad pertengahannya. Dimana terdapat sebuah dunia yang dihuni oleh berbagai macam ras seperti manusia, peri, Dwarf, Orc dan lain-lain.

travis fimmel di warcraft: the beginning

Kisahnya biasa aja yaitu mengenai bangsa Orc yang dunianya diambang kehancuran kemudian menggunakan sebuah portal sihir untuk masuk ke Azeroth, sebuah dimensi lain yang wilayahnya damai dan makmur. Untuk mempertahankan wilayah mereka, kaum manusia yang dipimpin oleh Anduin Lothar (Travis Fimmel) bersama penyihir muda Khadgar (Ben Schnetzer) harus mempertahankan dengan segala daya upaya, agar kerajaan Stormwind dapat bertahan dari serbuan para Orc yang pimpinan Gul’Dan (Daniel Wu). Intinya adalah perang besar pertama antara bangsa manusia melawan bangsa Orc.

Yak, ceritanya hanya itu saja (untuk saat ini), sederhana dan enggak terlalu jauh dengan film-film bertema medieval fantasy yang pernah ada sebelumnya. Secara visual, CGI yang ada di Warcraft: The Beginning cukup memuaskan. Jika Kupaman boleh membandingkan, tak kalah dengan film-film yang kelas atas (seperti The Hobbit trilogy). Apalagi karena memang di bagian ini produksinya dikerjakan oleh Industrial Light & Magic yang memang jaminan kualitasnya.

Apakah ini adalah sebuah adaptasi yang tepat? Masih banyak kekurangan disana-sini memang, Terutama elemen fun yang ada di dalam gamenya jadi hilang. Di versi layar lebar, ceritanya jadi serius banget, sementara di gamenya walau memang ada keseriusan tapi tetap terasa unsur parodinya yang membuat Warcraft menjadi menyenangkan.

adegan di film warcraft: the beginning

Namun overall, Warcraft: The Beginning menyajikan sebuah kisah fantasy yang epik dan lumayan menghibur. Walaupun bukan adaptasi yang gamer harapkan, tapi masih sedikit menghibur dari sudut pandang awam. Tapi dari sudut pandang gamer yang telah bertahun-tahun atau bahkan masih memainkan gamenya hingga saat ini, sepertinya akan terbelah dua menjadi dua kelompok.

Bisa jadi ada golongan yang sangat kecewa sementara golongan yang masih bisa menikmati Warcraft: The Beginning dengan segala kekurangannya. Kasusnya -mirip dengan Batman v Superman: Dawn of Justice. Ada yang tidak menyukai karena terlalu “dark” dan sama sekali tanpa keceriaan. Tapi ada juga yang menyukainya karena memang sesuai dengan komiknya.

Jika kamu pencinta film-film petualangan yang seru, entah kamu pencinta game Warcraft atau bukan, Kupaman menyarankan untuk menyaksikan film Warcraft: The Beginning. Setidaknya tonton saja dulu tanpa prasangka. Siapa tau setelah menontonnya, kamu malah menyukainya.

.