Review Non Spoiler Teenage Mutant Ninja Turtles: Out of The Shadows: Banyak Aksi Seru Tapi Terasa Hampa

| Oleh: Kylo | 01 Jun 2016 - 4:30 PM
343
0
april o'neil, tmnt dan casey jones di tmnt: out of the shadows

Dua tahun yang lalu, film Teenage Mutant Ninja Turtles di-reboot. Pada kura-kura ninja diganti dari mengunakan kostum menjadi karakter CGI dengan penampilan yang agak gahar dan lebih macho. Walau Shreddernya jadi berasa Transformers banget karena suit-nya nampak bagai robot Megatron versi light, namun menyajikan kisah origin yang cukup menghibur. Dari pertama kali team kura-kura ninja diperkenalkan hingga pertarungan terakhir melawan Shredder.

Di sekuelnya, penonton diajak melihat satu tahun kemudian setelah kejadian terakhir di film pertama. Donatello (Jeremy Howard), Leonardo (Pete Ploszek), Raphael (Alan Ritchson) dan Michelangelo (Noel Fisher) masih bersembunyi di kegelapan. Shredder yang kali ini diperlihatkan mukanya (Brian Tee) berhasil kabur dari mobil tahanan dengan bantuan Dr. Baxter Stockman (Tyler Perry).

Ada yang membingungkan dengan Out of the Shadows jika dibandingkan dengan film sebelumnya. Ada beberapa adegan yang terasa janggal dan tidak ada penjelasan lebih lanjut. Terutama ketika Shredder menemui sosok alien Krang. Mengapa pada pertemuan pertamanya tersebut Shredder merasa biasa saja bertemu dengan alien berbentuk otak yang bisa berbicara yang tinggal di dalam perut sebuah robot berbentuk manusia. Jika mereka pernah bertemu, mengapa tidak ada penjelasannya?

krang dan anak buahnya di tmnt: out of the shadows

Alur film Out of the Shadows juga terkesan buru-buru. Mungkin karena ada beberapa karakter baru (Krang, Bebop, Rocksteady, Casey Jones) yang ingin ditampilkan. Akhirnya ada scene-scene yang terkesan terlalu maksa.

Jangan salah, adegan-adegan aksi yang ada di film jauh lebih seru dan jauh lebih banyak porsinya jika dibandingkan dengan film sebelumnya, Namun entah kenapa, Kupaman merasa hampa. Aksinya seru, cuma enggak bikin adrenalin menggebu. Untuk adegan-adegan joke-nya, juga tidak terlalu pecah. Beda dengan film pertamanya yang emang gokil dan heboh.

Kehadiran karakter Krang sendiri yang menjadi tokoh antagonis utama seharusnya bisa lebih spesial. Tapi kehadirannya malah terasa aneh dan garing. Apalagi ketika penonton sedang mencoba mencerna kehadiran Bebop dan Rocksteady yang telah bertransformasi menjadi mahluk mutan, tiba-tiba muncul mahluk asing yang ingin menginvasi planet Bumi di kota New York.

Penampilan Shredder yang sebenarnya mengenakan kostum yang lebih mirip di komik atau serial animasi bersama tangan kanannya, Karai sungguh sangat mengecewakan. Terutama Shreddernya, yang di awal-awal film terlihat ganas dan perkasa namun ternyata melempem di akhir.

megan fox sebagai april o'neil di tmnt: out of the shadows

Malah duo Bebop dan Rocksteady yang terlihat lebih mencuri perhatian dibandingkan karakter-karakter penjahat yang ada di film ini. Enggak hanya tampilan visual mereka yang keren dan akurat (sama dengan versi animasi 80-an) tapi juga kepribadian mereka membuat karakter mutan berbentuk badak dan babi hutan ini menjadi lebih hidup.

Tokoh Casey Jones (Stephen Amell) yang tadinya diharapkan memberi bantuan greget pada film ini sepertinya juga kehadirannya hanya sebagai pelengkap saja, Gregetnya kurang. Kisah cintanya dengan April O’Neil (Megan Fox) sebetulnya bisa ditiadakan.

Ada beberapa easter egg Teenage Mutant Ninja Turtles versi klasik baik itu serial animasi jadulnya atau film kedua (Teenage Mutant Ninja Turtles II: The Secret of the Ooze, 1991) yang diselipkan oleh sutradara David Green di dalam film. Tapi sayangnya, easter egg itu tidak membangkitkan kenangan nostalgia yang spesial. Cameo Judith Hoag (pemeran April O’Neil) juga di-cut, sayang sekali.

Secara keseluruhan, film ini masih bisa  menghibur fans kura-kura ninja, terutama anak-anak. Aksi keempat ninja bersaudara yang berjibaku untuk menyelamatkan kota New York dari bencana kehancuran masih bisa membuai. Tapi untuk penonton yang berusia lebih dewasa, mungkin akan merasa ada sesuatu yang kurang pada jalan cerita film berdurasi 100 menit lebih ini.

.