Review Non Spoiler Ant-Man: Aksi Seru, Kocak dan Menegangkan Si Jagoan Mini

| Oleh: Dante | 18 Jul 2015 - 12:38 PM
36
0
review film ant-man

Sebuah kisah origin (asal muasal) kadang lebih asik dinikmati ketimbang kisah yang telah menggabungkan beberapa karakter dari film berbeda di dalam satu film seperti Avengers: Age of Ultron, contohnya. Nah, Ant-Man ini sendiri merupakan tokoh yang sudah cukup lama eksis di komik Marvel dan kali ini akhirnya berhasil diangkat ke layar lebar oleh Marvel Studios sebagai akhir dari phase 2 Marvel Cinematic Universe (MCU).

Untuk menikmati kisah Ant-Man bisa dinikmati tanpa pernah menyaksikan satu film pun MCU. Tapi akan akan jauh lebih menarik jika kita telah menyaksikan beberapa film MCU, misalnya Avengers: Age of Ultron. Karena film ini timeline-nya terjadi beberapa bulan sesudah film yang menampilkan pertempuran para anggota Avengers bersama robot kreasi Tony Stark tersebut.

Plot Ant-Man simpel saja. Yaitu mengenai mantan napi bernama Scott Lang yang ahli dalam hal mencuri dan membobol masuk ke suatu gedung yang dilengkapi dengan sistim keamanan yang canggih, mendapat tugas dari seorang ilmuwan tua bernama Dr. Hank Pym.

Scott dipercaya untuk mencuri baju Yellowjacket dan menghancurkan data-data backup dari baju tersebut karena dapat membahayakan kedamaian dunia. Dalam menjalankan misinya, Scott Lang diberikan kostum Ant-Man kreasi Dr. Hank Pym. Karena dilengkapi dengan teknologi Pym Particles, kostum ini dapat membuat pengguna kostum tersebut mengecil hingga seukuran semut tapi dengan penambahan kekuatan fisik yang melebihi manusia biasa. 

ant-man mampu mengendalikan semut

Selain bisa mengecil, Ant-Man juga memiliki kemampuan untuk mengontrol berbagai jenis semut, yang nantinya akan membantunya menyelesaikan misinya. Scott tidak bekerja sendirian, ia juga dibantu oleh Hope anak perempuan dari Dr. Hank Pym dan ketiga rekannya yang konyol.

Berbeda dengan film-film MCU yang ada, film Ant-Man merupakan film superhero yang dapat disaksikan oleh semua anggota keluarga dengan cerita yang ringan, mudah dimengerti dan penuh canda tawa. Tapi sekaligus penuh dengan aksi-aksi dan efek visual yang akan membuat fans dan penonton berdecak kagum. Baik ketika menyaksikannya di layar lebar dalam versi 2D, terlebih lagi dalam versi 3D yang seakan membawa “magic.” Sehingga apa yang ditampilkan di dalam film semakin terasa nyata.

Menyaksikan dunia dari sudut pandang Ant-Man yang sudah mengecil terasa jauh lebih memukau dan mempesona. Ketegangannya dan keseruan tiap aksi yang dilakukan oleh superhero yang dibalut kostum berdesain keren ini ketika dalam keadaan kecil, seakan menjadi berkali-kali lipat.

Walaupun, jika sudut pandang dikembalikan kedalam keadaan normal, akan menjadi terlihat biasa. Hal inilah yang biasanya akan dibarengi oleh tawa penonton yang membahana di seisi studio. Misalnya ketika Ant-Man sedang bertarung dengan Yellowjacket disuatu tempat yang berisi mainan anak-anak kecil. 

review film ant-man

Ketika mereka sedang bertarung dalam keadaan mini, pertarungan menjadi terasa lebih dramatis dan keren. Apalagi pada saat sang jagoan melempar satu persatu-satu bagian kereta api (mainan) ke arah musuh. Serasa tokoh Hulk sedang melempar sesuatu yang berat dan besar. Tapi jika sudut pandangnya beralih ke ukuran normal, maka yang ada seakan hanyalah adegan mainan yang terlempar dan dibumbui efek suara jatuh yang menggemaskan. Alhasil langsung menghilangkan semua kesan dramatis dan keren yang sebelumnya muncul, berganti menjadi kesan kocak dan lucu.

Overall, Ant-Man adalah film MCU yang paling menghibur yang pernah ada, bahkan jika dibandingkan dengan Guardians of the Galaxy. Aksi dan unsur-unsur komedi di Ant-Man lebih sederhana dan mengena, terutama untuk anak-anak. Ceritanya tidak bombastis seperti konflik dewa melawan mahluk antah berantah, para superhero melawan ribuan robot, atau usaha sekelompok alien menghentikan alam semesta dari kehancuran. Cerita Ant-man adalah kisah keluarga, mengenai seorang ayah yang ingin memberikan perhatian penuh kepada putrinya yang selama beberapa waktu tidak dapat ditemuinya. Namun diselipkan kisah kepahlawan yang kocak, seru dan menegangkan.

Ada satu referensi calon superhero MCU berikutnya yang akan muncul film perdananya dua tahun lagi melalui percakapan-percakapan pendek yang ada di bagian terakhir dari film. Hmm, siapa dia? Coba ikuti tonton saja film Ant-Man terlebih dahulu dan jangan sampai terlewatkan bagian ini.

Seperti film MCU pada umumnya, setelah film berakhir ada mid-credit scene dan post-credit scene. Untuk mid-credit scene kemungkinan ini merupakan tanda-tanda dari akan hadirnya Ant-Man 2, dan untuk post-credit scene merupakan benang penghubung antara film ini dengan film MCU selanjutnya yaitu Captain America: Civil War. Wuih!

.