Review Film Batman v Superman: Nuansanya Serius Tapi Aksinya Memuaskan

| Oleh: Kylo | 23 Mar 2016 - 5:44 PM
813
0
review batman v superman: dawn of justice

Salah satu film superhero paling dinanti tahun ini akhirnya tayang. Karena merupakan kelanjutan dari film Man of Steel di tahun 2013, sekaligus menjadikannya film ke dua dari DC Extended Universe. Bagi yang telah menonton Man of Steel maka aura yang ditampilkan film berdurasi 153 menit ini kurang lebih sama. Apalagi Zack Snyder yang kembali menjadi sutradaranya.

Film dimulai dengan secuplik kisah origin Batman yang ketika ia kecil orang tuanya terbunuh oleh seorang penjahat. Kemudian cerita berlanjut ke film Man of Steel pada saat Battle of Metropolis. Yaitu ketika Superman bertarung habis-habisan melawan General Zod yang mengakibatkan kota Metropolis porak poranda dan banyak korban berjatuhan. Dari peristiwa inilah benih-benih kebencian Batman muncul terhadap sosok alien yang dipuja-puja layaknya dewa tersebut.

Bagi yang terbiasa menonton film superhero dari Marvel Studios, mungkin akan kurang bisa menikmati film dimana tokoh Superman dan Batman pertama kalinya tampil disatu film yang sama ini. Seperti yang telah Kupaman utarakan sebelumnya, aura yang ditampilkan di film DCEU ini agak-agak gelap dan masalah yang dipaparkan sebenarnya juga serius.

 

henry cavill sebagai superman di batman v superman

Misalnya dari kekuatan Superman yang membuat banyak orang kagum. Di sisi lain tak sedikit yang mempertanyakan atas kehendak siapa ia bertindak. Lalu ke Bruce Wayne yang di masa tuanya masih beraksi sebagai Batman dengan gaya brutal sambil mencoba berbagai cara menghentikan Man of Steel yang dianggapnya menjadi ancaman terhadap kelangsungan hidup umat manusia.

Scene-scene laga dan yang ada di dalam film ini rata-rata ditunjukan untuk konsumsi remaja hingga dewasa. Memang tidak sebrutal dan segokil film Deadpool, tapi memang plot yang dihadirkan oleh penulis Chris Terrio dan David S. Gover nampaknya bukan untuk konsumsi anak-anak.

Bagi pembaca setia DC Comics, film Batman v Superman: Dawn of Justice boleh dibilang comic-accurate. Nampaknya film ini mengambil referensi dari komik-komik terkenal terutama The Dark Knights Returns-nya Frank Miller. Seperti kostum Armored Batman yang keren itu hingga ke fight scene antara Superman dan Batman. Oh, iya walau tidak berlangsung lama, tapi laga diantara kedua ikon superhero DC Comics itu cukup memuaskan!

Untuk yang menyukai aksi, sebenarnya bakal lebih puas lagi menjelang pertarungan terakhir. Tepatnya ketika musuh yang telah diungkap di trailer muncul untuk menghancurkan Superman. Sementara itu Diana Prince atau Wonder Woman yang diperankan Gal Gadot walau porsi kemunculannya tidak terlalu banyak tapi menjadi salah satu alasan wajib mengapa film ini patut untuk ditonton.

Putri Amazon berusia 5000 tahun yang juga merupakan anak dari Dewa Zeus ini bertarung dengan kekuatan dan semangat yang tidak kalah dari Superman. Bagi yang sebelumnya meragukan kemampuan Gal Gadot memerankan superhero wanita terdepan DC Comics itu,  penampilannya yang sangat mempesona di film ini menjawab semuanya.

superman dan lois lane di bvs

Superhero lain seperti The Flash, Cyborg, Aquaman juga hadir, cuma hanya sepintas saja. Mereka bertiga masih menjadi bagian dari cerita yang sepertinya baru akan dikuak besar-besaran di film Justice League Part satu dan film solonya masing-masing. Hal paling spektakuler dari Batman v Superman: Dawn of Justice menurut Kupaman ada fight scene terakhir yang menyatukan DC Comics Trinity Superman, Batman dan Wonder Woman. Adegan di layar lebar ini mengingatkan kita ketika pertama kali Captain America, Iron Man, Hulk, Thor, Hawkeye dan Black Widow bersatu di Marvel Avengers.

Ben Afleck sebagai Batman kayaknya merupakan inkarnasi Batman terbaik saat ini dan Henry Cavill masih menjadi Superman yang selama ini fans kita inginkan. Namun walau kedua sosok itu merupakan pemeran utama, perhatian Kupaman lebih tertarik kepada Lex Luthor Jr.  Lex Luthor yang diperankan secara brilian oleh Jesse Eisenberg jauh lebih sinting, sadis dan pemikir yang lebih matang dibanding inkarnasinya di film-film Superman sebelumnya. Bagi yang sempat kecewa Lex jauh lebih muda dibandingkan dengan Superman dan Batman mungkin akan berbalik menjadi suka ketika menyaksikan film ini.

Sebagai penutup, Batman v Superman: Dawn of Justice adalah sebuah film superhero yang akan menjadi bahan pembicaraan selama beberapa tahun bahkan dekade ke depan. Visual effect yang keren dikombinasikan cerita yang agak gelap dan serius memang bikin ada yang menyukainya dan (mungkin) membencinya. Namun overall Kupaman secara pribadi puas banget. Endingnya yang menggantung justru, malah bikin tambah penasaran.

 

.