Review Fant4stic: Lebih Mirip Film Sci-Fi Horror

| Oleh: Dante | 11 Aug 2015 - 12:39 PM
59
0
review film fant4stic

Perjalanan Marvel’s First Family yang diadaptasi dari komik Fantastic Four di layar lebar tidak sebaik nasib film-film superhero lainnya. Sudah tiga kali uji coba (versi pertama adalah film berbudget rendah The Fantastic Four 1994 yang tak pernah dirilis) film live action Fantastic Four selalu berakhir dengan respon yang tidak terlalu positif, baik oleh kritikus film maupun fans.

Sebut saja Fantastic Four (2005) dan Fantastic Four: Rise of the Silver Surfer (2007) nasibnya tidak terlalu baik dari segi review. Namun sisi baiknya, masih memperoleh keuntungan yang cukup besar. Mungkin itulah yang menyebabkan Studio Fox mencoba untuk me-reboot film tim superhero dengan kekuatan super yang berbeda-beda ini lewat film Fant4stic (baca: Fantastic Four). Kali ini dengan pemeran, gaya dan kisah awal mula yang baru di bawah arahan sutradara Josh Trank.

michael b. jordan sebagai johnny storm di fant4stic

Kisahnya dimulai dari Reed Richards kecil dibantu oleh Benjamin Grimm yang mencoba untuk membuat alat teleportasi. Beberapa tahun kemudian akhirnya Reed direkrut oleh Franklin Richards untuk membantunya menyelesaikan alat teleportasi dalam ukuran yang lebih besar.

Bersama Johnny Storm, Susan Storm (saudari angkat Johnny) dan Victor, mereka berhasil merampungkan alat teleportasi tersebut. Singkat cerita ternyata alat yang mereka bangun bukan sekadar alat teleportasi biasa. Tapi merupakan alat transportasi lintas dimensi yang mampu menghantarkan mereka ke dunia paralel yang disebut dengan Planet Zero.

Di Planet Zero ini Reed, Ben, Johnny dan Victor memperoleh kekuatan super mereka. Sayang Victor nasibnya tidak diketahui setelah luapan energi yang tidak terkontrol memaksa mereka untuk segera kembali ke bumi. Susan juga memperoleh kekuatan super walau tidak secara langsung ikut ke Planet Zero. 

miles teller berperan sebagai reed richards di fant4stic

Untuk setengah jam pertama, film bernuansa gelap dan serius ini alur ceritanya cukup enak untuk dinikmati. Seperti persahabatan Reed dan Ben, pembuatan alat transportasi antar dimensi yang disebut dengan Quantum Gate hingga ketika mereka pertama kali menjejakkan kaki ke Planet Zero. Kisah awal mulanya mungkin berbeda dengan versi komik dan kedua film pendahulunya dimana para anggota Fantastic Four dan Doom memiliki kekuatan super karena terkena badai kosmik di luar angkasa, namun feel-nya tetap asik dan bisa diterima.

Namun setelah itu semuanya terkesan terlalu terburu-buru, entah karena durasinya yang pendek, hingga cerita dikemas sedemikian rupa dengan aksi-aksi yang minim ketika mereka (the Fantastic Four) telah memperoleh kekuatan supernya dan kemudian final battle-nya yang terkesan terlalu singkat dan hampa.

Doom, musuh utama di Fant4stic ini merupakan nilai minus yang cukup besar yang menjatuhkan hype para penonton. Kekuatannya yang super sakti walaupun berbeda jauh dengan Doom yang kita kenal di komik masih bisa ditoleransi. Namun penampilan wajah Doom yang seperti Freddy Krueger berpadu dengan Terminator benar-benar mengecewakan. 

the thing di fant4stic diperankan jamie bell

Memang sih, wajahnya tampak samping sempat diperlihatkan di trailer. Namun Kupaman sempat berpikir mungkin nanti di filmnya bakal ada perubahan atau memang yang di trailer itu adalah wujud belum sempurna dari Doctor Doom. Namun ternyata memang begitulah adanya. Untuk visual effect The Thing juga entah kenapa terasa sekali CGI-nya beda dengan Hulk di Avengers: Age of Ultron. Walau sama-sama CGI namun lebih terasa hidup dan bernyawa ketimbang The Thing di film ini.

Kalau menonton nanti, coba deh amati. Apakah ada suatu adegan di trailer yang sama sekali tidak ada dalam film? Terus terang Kupaman jadi penasaran, apakah ini yang dimaksud Josh Trank di Twitter, bahwa buruknya penilaian Fant4stic oleh para kritikus karena banyak adegan yang bisa jauh lebih “Fantastic” di-cut oleh Fox?

Setelah menyaksikan film Fant4stic dari awal hingga akhir, Kupaman lebih merasa film ini sebagai film sci-fi horror dibandingkan dengan film superhero. Buat yang tidak mengikuti komik Fantastic Four, mungkin masih akan terhibur. Namun bagi pembaca komiknya atau penyuka film-film superhero sejati, kemungkinan akan kecewa menyaksikan film yang kabarnya akan dibuat sekuelnya pada 2017 mendatang ini. 

.