Resensi Film The Great Wall: Cerita Kolosal Antara Tembok Raksasa dan Pembunuh Bayaran Asal Irlandia

| Oleh: Kylo | 31 Dec 2016 - 1:22 PM
354
0
resensi film the great wall

Di awal tahun ini, penonton Indonesia akan disuguhi oleh sebuah film fiksi yang berlatar belakang di Tembok Besar yang terdapat di negara Tiongkok. Setingnya pada jaman Dinasti Song, yang sedang berada dalam ancaman besar oleh keberadaan mahluk-mahluk menyeramkan yang sangat banyak jumlahnya. Untuk menangkal ancaman tersebut sekaligus melindungi negara Song, Tembok Raksasa didirikan.

Walau setingnya berlangsung di negara Tiongkok namun tokoh protagonis utamanya dari film ini adalah seorang pembunuh bayaran dari Irlandia bernama William yang diperankan oleh aktor Matt Damon (Bourne Trilogy, The Martian, Elysium). Dalam pengembaraannya bersama sahabatnya, Tovar, yang diperankan oleh Pedro Pascal (Game of Thrones), William yang sedang mencari-cari bahan peledak yang dikenal sebagai “black powder” alias mesiu (yang awalnya memang ditemukan bangsa Tiongkok) terjebak di Tembok Raksasa. Apesnya, ia berada di tengah-tengah pertempuran yang telah berlangsung selama ratusan tahun antara pasukan Nameless Order yang bertugas menjaga Tembok Raksasa melawan monster mitos yang disebut sebagai Taotie yang tidak terhitung jumlahnya.

review film the great wall

Secara visual, sutradara Zhang Yimou yang terkenal dengan karyanya seperti film Hero, dan House of Flying Daggers berhasil menampilkan sebuah pemandangan yang apik dan memukau terutama pada saat peperangan. Baik itu pada adegan saat pasukan Nameless Order yang terdiri dari beberapa divisi mencoba memukul mundur Taotie atau ketika daerah Ibukota diserang. Scene-scene pertarungan yang ditampilkan juga nggak kalah dengan film-film bergenre martial arts yang sudah sangat terkenal di seluruh dunia seperti Crouching Tiger, Hidden Dragon. Bedanya pertarungan/pertempuran di The Great Wall adalah bergaya kolosal.

Film yang dibintangi oleh bintang-bintang Asia seperti Jing Tian yang berperan sebagai Komandan Lin dan Andy Lau sebagai Penasihat Wang itu memang asik untuk dinikmati karena memang penuh dengan adegan aksi yang menegangkan. Sayangnya walau film Fantasy ini memang indah dan epik namun dari segi cerita kurang berbobot. Ceritanya sangat datar jika dibandingkan dengan film-film yang telah selama ini digarap oleh Zhang Yimou.

Kemampuan akting dari Matt Damon yang meraih nominasi Oscar untuk beberapa kategori seperti tidak dikeluarkan secara maksimal di The Great Wall. Selain Matt, peran tokoh lainnya yang mendapat porsi cukup banyak adalah Komandan Lin Mae. Peran yang dimainkan oleh aktris kelahiran Tiongkok tahun 1988 itu tidak begitu istimewa karena memang ceritanya yang kurang mendalam. Bahkan aktor Andy Lau yang sudah membintangi ratusan film itu juga tampak tampil biasa saja.

adegan film the great wall

Walau kurang mendalam dari segi cerita, secara keseluruhan film The Great Wall tetap menjadi sebuah film di awal tahun yang sangat menghibur. Kupaman yang mendapat kehormatan untuk menyaksikan filmnya lebih awal lewat screening yang ditayangkan lewat layar raksasanya IMAX dan juga dalam format 3D itu, cukup puas dengan serunya pertempuran hidup dan mati dari pasukan Nameless Order bertarung habis-habisan melawan monster Taotie.

Oh iya, entah kenapa, scene-scene terakhir ketika William bersama Komandan Lin ingin menghabisi pemimpin dari para Taotie mengingatkan Kupaman dengan film Pacific Rim.

Score: 3/5