Resensi Film The BFG: Visual Memikat Dipadu Cerita Petualangan Seru

| Oleh: Kylo | 03 Sep 2016 - 6:00 AM
1045
0
sophie dan bfg

Sukses membawa kisah petulangan Tintin menjadi sebuah film animasi layar lebar penuh aksi di tahun 2011, sutradara Stephen Spielberg kembali menggarap film adaptasi dari sebuah buku anak-anak populer. Kisah film The BFG yang berformat live-action ini adalah mengenai petualangan seorang gadis cilik yatim piatu bernama Sophie di negeri para raksasa. Ia bersama BFG yang merupakan kependekan dari “Big Friendly Giant” alias raksasa yang baik hati mengalami sebuah petualangan besar yang mendebarkan dan akan membawa penonton ikut terhanyut menikmati berbagai keajaiban di film ini.

Salah satu nilai plus dari film yang merupakan hasil kolaborasi dari empat perusahaan ini adalah secara visual menampilkan banyak pemandangan yang indah. Seperti ketika sedang berada di negerinya para raksasa atau pada saat Sophie dan BFG sedang berburu mimpi di negeri mimpi. Ketika di negeri raksasa, hampir semuanya yang ada disana dibuat menggunakan CGI dengan tampilan visual yang wah. Mulai dari pengunungan, gua tempat BFG tinggal dan tentunya para raksasa yang hidup disana. Karakter-karakter raksasa seperti BFG dan kesembilan raksasa pemakan manusia itu terlihat begitu hidup dan berkarakter berkat kecanggihan teknologi dan juga kepiawaian dari para pengisi suaranya yang berhasil menghidupkan tokoh-tokohnya.

ruby barnhill sebagai sophie di the bfg

Selain karakter Sophie yang mandiri dan pemberani yang diperankan secara baik oleh aktris cilik Ruby Barnhill, seiring film berjalan penonton lama-kelamaan juga akan turut bersimpati dengan BFG yang diperankan Mark Rylance. Tidak saja karena sifatnya yang baik hati namun juga karena ciri khasnya yaitu suka mengucapkan kata-kata dengan bahasa yang aneh dan lucu.

Maklum, ia belum pernah ikutan sekolah resmi soalnya. Misalnya seperti kata Human Being alias manusia yang di negeri raksasa diucapkan sebagai Human Bean. Beda dengan para raksasa lainnya, walau berukuran pendek (untuk ukuran raksasa) BFG yang sudah berumur lanjut itu ramah dan baik hati. Ia suka pergi ke dunia manusia untuk meniupkan mimpi-mimpi indah ke anak-anak dan orang-orang dewasa dengan alat berbentuk terompet yang selalu dibawanya.

adegan film the bfg

Kupaman sebenarnya merasa film ini terlalu singkat dan ada beberapa bagian yang belum dijelaskan secara menyeluruh. Tapi toh kisah petualangan anak yatim piatu bersama sahabat raksasa setinggi 24 kaki ini masih mampu menampilkan sebuah kisah persahabatan yang tidak biasa antara manusia dengan raksasa dengan sangat menyentuh. Keduanya boleh saja berbeda dan memiliki masalah masing-masing, namun mereka berani untuk menghadapinya demi suatu tujuan.

The BFG adalah sebuah film adaptasi yang akan memikat banyak orang dengan kemasan yang menarik dan sangat menghibur. Tidak hanya penonton anak-anak namun rasanya orang dewasa juga akan terhanyut dengan film berdurasi kurang dari satu setengah jam ini. Kisahnya tidak hanya berisikan petualangan yang seru dan mendebarkan tapi juga banyak terkandung pesan-pesan moral dari masa lalu yang masih relevan hingga saat ini. Seperti beranikan diri untuk bertindak, jangan pernah berhenti untuk bermimpi menjadi sosok yang lebih baik dan jangan pernah mau terima untuk di-bully oleh orang-orang di sekitar kita.

Score Review: 3,5/5