Resensi Film Sword Art Online Ordinal Scale: Cerita Masa Lalu Yang Tragis

| Oleh: Yudi | 23 Mar 2017 - 4:59 PM
592
0
anime film sword art online ordinal scale

Anime film terbaru Sword Art Online yang berjudul Sword Art Online: Ordinal Scale resmi dirilis Feruari kemarin. Untuk Indonesia sendiri, film ini baru bisa disaksikan mulai tanggal 22 Maret  2017 melalui bioskop Cinemaxx atau CGV Blitz. Meskipun telat sebulan dari Jepang, namun hal tersebut tak mengurangi keseruan dari lanjutan kisah pasangan Kirito dan Asuna.

Dua karakter protagonis tersebut masih menjadi sorotan utama dalam film kali ini. Selain mereka, tentunya ada beberapa kemunculan karakter baru yang bisa dibilang memegang peranan penting dalam jalannya cerita. Mereka adalah Dr. Shigemura, Yuna, dan Eiji.

kembalinya para sao survivor dalam sebuah game baru

Film kali ini mengambil setting waktu di tahun 2026, tepat dua tahun setelah para pemain SAO berhasil keluar dari game tersebut. Para pemain yang selamat ini disebut SAO survivor. Di tahun tersebut, muncul sebuah game MMO baru bernama Ordinal Scale. Berbeda dengan SAO, game Ordinal Scale menggunakan teknologi AR (Augmented Reality). Untuk memainkannya diperlukan perangkat bernama Augma.

SAO survivor, termasuk Asuna, tentu saja tak ingin ketinggalan untuk menjajal game baru yang diciptakan oleh Dr. Shigemura tersebut. Ordinal Scale semakin popular dengan kehadiran Yuna, virtual Idol yang menjadi ikon game ini. Anehnya monster-monster yang muncul dalam Ordinal Scale tak lain adalah monster penghuni Aincrad Castle (dunia dalam game Sword Art Online).

Dari seluruh SAO survivor, hanya Kirito yang terlihat enggan mencoba Ordinal Scale. Dia merasa ada perbedaan besar antara memainkan game VR dan AR. Namun Kirito menemukan ada sesuatu yang aneh dengan Ordinal Scale. Apalagi setelah kemunculan Eiji, karakter misterius dengan ranking dua di game tersebut. Sejak itu, satu per satu SAO survivor yang bermain Ordinal Scale mulai mengalami kecelakaan.

Kecelakaan yang semula dianggap hanya sebuah kebetulan ternyata bersifat sangat serius. Asuna yang rajin bermain Ordinal Scale juga akhirnya mengalami kecelakaan tersebut. Kirito memutuskan untuk mencari jawaban atas misteri game Ordinal Scale dan sosok Eiji demi menyelamatkan Asuna. Di tengah kebingungan, muncul perempuan misterius bertudung putih yang membantu Kirito menemukan jawaban.

sword art online ordinal scale membawa cerita lama dalam plot baru

Pencarian Kirito berakhir dengan penemuan mengejutkan yang menjelaskan tujuan sebenarnya dari penciptaan game Ordinal Scale dan segala kecelakaan yang terjadi pada SAO survivor–termasuk Asuna. Untuk menghentikan semuanya, Kirito harus kembali ke Aincard Castle. Namun hal tersebut bukan tanpa resiko. Karena jika gagal, maka justru Kirito yang tak akan selamat.

Selama dua jam, penonton akan disuguhi dengan animasi menarik ala genre action. Musik-musik dari SAO yang dimainkan ketika pertarungan berlangsung pun semakin menambah keseruan sekaligus memberi sedikit efek nostalgia. Sayangnya karakter-karakter di film ini kurang menarik dan masih terlalu general. Satu-satunya karakter yang paling menonjol justru datang dari Seiji.

Bagi yang bukan penggemar anime SAO, film ini termasuk masih bisa dinikmati tanpa mengikuti serial anime-nya. Karena memang cukup banyak adegan dan cerita yang mengacu pada serial sebelumnya, contohnya kehadiran monster-monster di Aincrad Castle. Bahkan semakin menuju akhir film, semua akan semakin jelas berhubungan dengan cerita di serial sebelumnya.

Sword Art Online: Ordinal Scale sendiri secara keseluruhan memiliki plot cerita yang cukup menghibur, tragis, namun berakhir bahagia. Tentunya ini menjadi film yang ditunggu-tunggu dan wajib ditonton oleh penggemar SAO atau bagi mereka yang hanya sekedar penasaran seperti apa wujud dari anime SAO.

Score: 3/5

.