Resensi Film Rogue One A Star Wars Story: Star Wars Yang Fresh dan Bikin Puas!

| Oleh: Kylo | 15 Dec 2016 - 9:28 AM
283
0
karakter jyn erso dan chirrut imwe rogue one

Ketika Disney mengakuisisi Lucasfilm pada tahun 2012 dan merencanakan untuk melanjutkan franchise Star Wars, banyak pihak yang pesimis bahwa film sekuel trilogy dari Star Wars akan sukses di pasaran. Apalagi keadaannya saat itu Star Wars telah terdiri dari dua buah trilogy, original dan prekuel. Nyatanya ketika Star Wars Episode VII: The Force Awakens dirilis, film yang sebagian besar menampilkan tokoh-tokoh baru dari generasi muda itu ternyata sangat sukses dan dipuja-puji fans di seluruh dunia.

Sama halnya dengan Rogue One, yang merupakan film standalone pertama yang menjadi bagian dari film Star Wars Anthology. Banyak yang beranggapan kehadiran dari film yang terpisah dari saga utama Star Wars ini hanyalah bagian dari usaha Disney untuk memeras habis franchise yang telah mereka beli dengan harga yang cukup mahal itu.

Walau banyak yang meremehkan, namun ternyata film Rogue One: A Star Wars Story yang digarap oleh sutradara film Godzilla, Gareth Edwards, ternyata mampu menjadi sebuah film tie-in yang enggak kalah seru dan mengasyikkan dari film-film Star Wars terdahulu.

Film berdurasi dua jam lebih ini, seting waktunya berlangsung diantara Star Wars Episode III: Revenge of the Sith dan Star Wars Episode IV: A New Hope. Lebih tepatnya, beberapa waktu sebelum memasuki bagian awal yang film Star Wars original yang dahulu dirilis pada tahun 1977. Boleh dibilang, Rogue One sebagai prekuel dari A New Hope.

resensi film rogue one: a star wars story

Yang membuat Rogue One menarik adalah, film yang dibintangi oleh aktris Felicity Jones sebagai tokoh protagonis utama wanita bernama Jyn Erso itu banyak menampilkan karakter-karakter sama sekali baru di luar dari keluarga Skywalker. Fans dan penonton diajak untuk memandang dunia Star Wars yang megah dan mempesona itu dari mata karakter-karakter biasa yang lebih bervariasi dan memiliki latar belakang yang beragam.

Dari pihak Rebel ada Jyn Erso yang merupakan anak dari Galen Erso yang membantu Empire untuk merampungkan Death Star, Cassian Andor (Diego Luna)  yang merupakan Intelejen dari Rebel, K-2SO droid milik Cassian yang suka melontarkan kalimat-kalimat sarkasame, Bodhi Rook seorang pilot Empire yang membelot, Chirrut Imwe (Donnie Yen) ahli bela diri yang mempercayai the Force dan Baze Malbus (Jiang Wen) sahabat seperjuangan Chirrut. Tapi Kupaman sendiri lebih tertarik dengan pihak antagonis dari Empire, terutama Director Krennic yang penampilannya cukup cemerlang dibawakan oleh aktor Ben Mendelsohn. Kehadiran Krennic di film Rogue One membawa nuansa baru yang lebih fresh kepada jajaran tokoh-tokoh antagonis yang selama ini didominasi oleh Sith Lord.

Selain Krennic, ada satu tokoh antagonis lagi yang cukup bersinar di film Star Wars: Rogue One ini menurut Kupaman. Ia adalah Grand Moff Tarkin, karakter yang dahulu dimainkan oleh mendiang Peter Cushing itu berhasil dihidupkan kembali di Rogue One secara digital oleh Lucasfilm. Uniknya, karakter yang memiliki rivalitas dengan Krennic di novel “Catalyst: A Rogue One Novel” itu ternyata memiliki porsi penampilan yang cukup banyak. Jika di film pertama Star Wars, karakternya kurang digali secara mendalam maka di Rogue One kita bisa melihat Tarkin sebagai sosok yang cerdas, ambisius dan taktis.

Jika film-film Star Wars sebelumnya menjelaskan bahwa Rebel itu adalah pihak yang putih bersih dan Empire itu adalah pihak yang hitam dan jahat. Nah, di Rogue One teryata dijelaskan lebih detail bahwa banyak anggota dari The Alliance to Restore the Republic itu berada di area abu-abu dimana mereka terkadang bisa melakukan hal-hal yang enggak kalah jahatnya dari Empire untuk melakukan misi-misi yang ditugaskan oleh atasannya. Siapa sangka jika para Rebel yang memperjuangkan untuk menghadirkan kembali kebebasan di jagat raya yang telah direnggut oleh Empire itu ternyata terdiri dari mata-mata, tukang sabotase dan bahkan pembunuh.

darth vader di film rogue one: a star wars story

Rogue One, walau menghadirkan beberapa hal yang familiar namun secara keseluruhan menjadi sebuah film Star Wars baru yang “Star Wars” banget khusus untuk fanbasenya yang sudah berusia dewasa. Jika The Force Awakens bisa dinikmati untuk segala usia maka Rogue One sangat cocok untuk penonton yang telah berusia remaja ke atas yang menginginkan sebuah film Star Wars yang tone-nya lebih serius dan dewasa. Banyak elemen-elemen yang sudah menjadi tradisi selama berpuluh-puluh tahun dihilangkan di film standalone ini seperti opening crawl-nya dan scorenya yang untuk pertama kali tidak dikerjakan oleh John Williams melainkan oleh Michael Giacchino.

Bagian awal dari film Rogue One cukup membingungkan karena begitu banyak karakter-karakter baru yang diperkenalkan. Yang mungkin akan membuat penonton sedikit bingung untuk mengikuti alurnya. Namun sedikit demi sedikit ceritanya semakin terfokus. Pada bagian ketiga alias terakhir, akhirnya film standalone ini menampilkan scene pertempuran di luar angkasa yang sudah menjadi hal yang tidak terpisahkan oleh franchise yang dibangun oleh George Lucas itu. Baik pertempuran di luar angkasa dan juga di darat yang berlokasi di planet Scarif menampilkan banyak adegan-adegan seru, menegangkan dan mengharukan.

Fans Sith Lord Darth Vader enggak usah khawatir, walau porsi dari tokoh ikonik ini hanya sebentar namun ketiga scene yang menampilkan tangan kanan dari Emperor itu semuanya sangat berkesan. Terutama di pemunculannya menjelang film berakhir dimana Darth Vader memperlihatkan keahliannya yang akan membuat fansnya tepuk tangan dan berteriak, sama seperti Kupaman, hehehe!

Rogue One: A Star Wars Story adalah sebuah film brilian dan fresh yang jelas wajib untuk ditonton oleh para fansnya. Bagi die-hard fansnya Star Wars, mungkin film yang telah rilis di bioskop Indonesia ini jauh lebih menghibur kisahnya dibandingkan The Force Awakens. Fans bakal puas luar dan dalam oleh ceritanya yang oke, karakter-karakternya yang menarik, lokasi-lokasi baru yang eksotik dan visualisasinya yang sangat menawan.

Score: 4/5