Resensi Film Power Rangers: Cukup Seru Sih, Sayang Kurang Maksimal!

| Oleh: Kylo | 22 Mar 2017 - 6:02 PM
1157
0
resensi film power rangers 2017

Akhirnya film Power Rangers yang telah lama dinanti-nanti tayang di bioskop. Untungnya buat kawasan Indonesia, film bergenre superhero ini tayang dua hari lebih awal dari negeri Paman Sam. Film ini merupakan adaptasi dari serial Super Sentai asal Jepang dengan menggunakan elemen-elemen yang terdapat di serial Mighty Morphin Power Rangers season pertama. Season pertama dari franchise populer Power Rangers itu merupakan adaptasi dari serial Super Sentai yang berjudul Kyoryu Sentai Zyuranger.

Film berdurasi dua jam lebih ini merupakan film asal muasal jadi bagi mereka belum pernah menyaksikan kedua film layar lebarnya seperti Mighty Morphin Power Rangers: The Movie dan Turbo: A Power Rangers Movie, enggak akan menjadi masalah. Bahkan bagi para non-fans yang enggak pernah menyaksikan sama sekali serial televisinya, yang rasanya itu mustahil, juga enggak akan kesulitan untuk memahami ceritanya.

Jika dibandingkan dengan kedua film layar lebar sebelumnya dan serial televisinya yang sudah hampir berusia seperempat abad itu, film Power Rangers arahan Dean Israelite ini digarap dengan aura yang lebih serius dan cerita yang lebih dewasa.

kelima rangers di film power rangers 2017

Pada bagian pertama film, penonton akan melihat flashback pada masa 75 juta tahun silam di planet bumi, dimana kelompok Power Rangers yang dipimpin oleh Zordon (Bryan Cranston) dikalahkan oleh rekannya sendiri, Rita Repulsa (Elizabeth Banks). Yup, Rita Repulsa di film ini adalah anggota Power Rangers! Cerita beralih ke masa kini, masih di wilayah yang sama namun sekarang telah berubah menjadi sebuah kota kecil bernama Angel Grove. Alur cerita dan pengenalan kelima tokoh utama yang ada, Jason (Dacre Montgomery), Billy (RJ Cyler), Kimberly (Naomi Scott), Zack (Ludi Lin) dan Trini (Becky G) mengingatkan Kupaman dengan film jadul, The Breakfast Club.

Takdir mempersatukan kelima remaja dari SMA Angel Grove tersebut ketika mereka mendapatkan lima buah koin misterius yang terdapat di batu karang di sebuah wilayah pertambangan. Kelima koin itu tentu saja adalah Kristal Zeo milik Power Rangers generasi terdahulu, Zordon dan kawan-kawannya. Pada akhirnya mereka semua bertemu langsung dengan sosok yang kesadarannya telah dimasukkan ke komputer dari sebuah pesawat alien dan robot pembantunya Alpha-5 (suaranya diisi oleh Bill Hader). Kelima calon Power Rangers tersebut diberi sejarah singkat mengenai kelompok Power Rangers dan juga musuh utama mereka, Rita Repulsa.

Untuk bagian awal yaitu pengenalan dan bagian kedua yang merupakan proses latihan menjadi Rangers. Dikisahkan dengan gaya yang cukup menarik. Kupaman sih cukup senang dengan pendekatan film Power Rangers yang berusaha untuk tampil serealistis mungkin. Tapi mungkin akan ada fans atau penonton yang kurang menyukai dengan jalan ceritanya yang agak sedikit membosankan, setidaknya di bagian awal.

Secara penokohan karakter yang paling menonjol di dalam film adalah Billy. Entah apakah ini karena penyakit autisme yang dideritanya. Namun karakter Billy di film menjadi sosok yang lebih karismatik dan paling mudah disukai diantara rekan-rekannya. Sedangkan Rita Repulsa versi film ini entah kenapa tidak begitu menarik. Apakah karena porsi kemunculannya yang kurang atau memang penokohan karakternya yang enggak jelas. Kadang terlihat sangat kejam, namun kadang terlihat konyol dan polos.

review film power rangers

Menurut Kupaman sendiri hype yang coba dibangun sedikit demi sedikit sebelum akhirnya kelima remaja dengan latar belakang kehidupan yang berbeda itu akhirnya bisa menyatukan hati, pikiran dan kemudian menjadi sosok Power Rangers lengkap dengan kostum bernuasa aliennya yang ternyata keren itu, hasil akhirnya cukup memuaskan.

Secara visual, baik effect maupun kostum, mungkin ini adalah visualisasi terbaik bagi mereka yang pernah membayangkan seperti apa jadinya jika zord, megazord dan juga monster-monster dari  serial Power Rangers kembali diangkat ke layar lebar dengan budget gede ala film-film superhero masa kini.

Yang menjadi minus dari film ini adalah bagaimana cara Power Rangers mengalahkan Rita Repulsa dan monster raksasanya, Goldar. Solusinya kurang greget, kurang memuaskan! Hampir sama menggelikannya dengan film perdananya ketika para Rangers mengalahkan Ivan Ooze dengan tendangan Megazord dibagian tertentu. Selain itu,sebenarnya adegan aksi dan juga pertempuran menggunakan zordnya cukup seru, namun sangat disayangkan durasinya terlalu singkat. Kemunculan lagu tema “Go Go Power Rangers” juga terkesan dipaksakan. Buat apa dimunculkan jika hanya untuk dipotong beberapa detik kemudian?

Bagi Kupaman yang tumbuh bersama Power Rangers dari season pertama hingga yang paling terbaru yaitu Ninja Steel, film ini walau terasa ada yang kurang digarap secara maksimal. Untungnya, secara keseluruhan cukup menghibur. Kabarnya film layar lebar Power Rangers akan dibuat berseri hingga tujuh buah film, loh. Melihat post-credit scenenya, rasanya film Power Rangers ke depannya bisa jadi berkembang menjadi lebih menarik dan jauh lebih menghibur dibanding film perdananya. Semoga.

Score: 3,5/5

Simak juga Ini Dia Post-Credit Scene Film Power Rangers Yang Mungkin Terlewatkan Olehmu.

 

.