Resensi Film One Piece Film: Gold Masih Sangat Menghibur!

| Oleh: Kylo | 07 Sep 2016 - 7:34 PM
716
0
gild di one piece film:gold

Walau agak telat beberapa bulan dari jadwal tayang resminya di Jepang, akhirnya One Piece Film: Gold hadir di Indonesia melalui CGV Blitz dan juga Cinemaxx. Sama seperti One Piece Film sebelumnya (Strong World dan Z) kisah yang berlangsung di “Gold” adalah non canon alias nggak dianggap di jalan cerita utamanya yang mengadaptasi cerita langsung dari manganya. Kisah One Piece Film: Gold berlangsung setelah Dressrosa Arc dimana Luffy telah mengalahkan Donquixote Doflamingo dan saudara angkatnya Sabo telah memperoleh kekuatan buah iblis Mera Mera.

Sebelum One Piece Film: Gold, ada beberapa cerita tie-in yang menjadi pondasinya. Yaitu kisah filler Silver Mine Arc yang berlangsung selama empat episode dan sebuah TV Spesial “Heart of Gold.” Khusus Heart of Gold walau dibuat stand-alone namun kisahnya berhubungan erat dengan film layar lebar ketiga belas One Piece itu, terutama mengenai hubungan antara Nami dan Carina, salah satu dari anak buah tokoh antagonis utama di One Piece Film: Gold.

Kisah film berdurasi dua jam ini berlangsung di Gran Tesoro, sebuah kapal raksasa yang besarnya setara dengan sebuah pulau. Di dalamnya terdapat sebuah pusat hiburan terbaik di dunia. Tempat orang-orang kaya, bajak laut, bahkan angkatan laut dapat berkumpul bersama tanpa harus waspada satu dengan yang lain. Semua ini bisa terjadi karena kehadiran satu orang, Gild Tesoro, pemilik dari Gran Tesoro sekaligus pemakan buah setan Gold Gold yang mampu memanipulasi unsur emas dengan sesuka hati. Gild juga telah mencapai tahap “Awakening” seperti Doflamingo, dimana ia mampu merubah material yang ada di sekitarnya menjadi emas.

resensi film one piece film: gold

Pada bagian awal, penonton akan dibuat terpana dengan kemegahan dan keindahan dari Gran Tesoro yang disekelilingnya terdapat taman hiburan, bangunan, jalanan dan hingga ke air yang disemprotkan ke udaranya yang semuanya terbuat dari emas. Di bagian kedua para krew Topi Jerami dijebak oleh Gild bersama rekan-rekannya Baccarat, Tanaka, Dice dan Carina. Di bagian kedua, film ketiga “One Piece Film” ini berubah menjadi nuasannya menjadi seperti film Mission Impossible lengkap dengan pakaian mata-matanya dan beberapa scene yang mengingatkan Kupaman dengan franchise film yang dibintangi oleh Tom Cruise itu.

Bahkan ada suatu scene dimana Luffy dan Franky sedang melakukan upaya sabotase yang membuat Kupaman langsung teringat adegan Tom Cruise di film pertama Mission Impossible sebagai agen Ethan Hunt yang hanya menggunakan seutas tali mencoba untuk meretas sebuah komputer tanpa boleh menyentuh lantai. Bedanya di versi One Piece Film: Gold, adegan “mata-mata”  Luffy berakhir dengan kegagalan.

Bagian terakhir yaitu pertempuran antara Gild Tesoro bersama anak buahnya melawan kruTopi Jerami entah mengapa menurut Kupaman tidak terlalu mengesankan. Berbeda dengan ketika Luffy bertarung melawan Shiki the Golden Lion (Strong World) atau pada saat Luffy bertukar pukulan, kepalan yang dilapisi haki melawan haki dengan Zephyr (Z). Walau kedua tokoh antagonis utama di dua film yang berbeda itu secara kekuatan jauh lebih lemah jika dibandingkan dengan Gild, tapi pertarungannya jauh lebih berkesan. Mungkin itu dikarenakan Shiki adalah bajak laut dari eranya Gol D. Roger atau mungkin disebabkan karena Zephyr adalah mentor yang sangat dihormati oleh seluruh angkatan laut.

luffy di one piece film: gold

Gild yang sepertinya jauh lebih kuat dari Doflamingo berhasil menggunakan kemampuan “Awakening”nya untuk membuat sebuah tubuh dewa berukuran raksasa yang terbuat dari emas murni. Dengan tubuh raksasa yang sepertinya digerakan ala Gekko Moriah mengontrol Oars itu, Gild bertarung satu lawan satu dengan Luffy. Lagi-lagi sudah ketebak pada akhirnya Luffy berhasil mengalahkannya dengan jurus Gear Fourth-nya. Namun sekali lagi, Kupaman merasakan tidak ada yang “spesial” dari pertarungan yang berlangsung dashyat dan apik ini. Mungkin karena kurangnya porsi latar belakang masa lalu dari Gild yang membuat Kupaman kurang berempati terhadapnya dibanding dengan Shiki atau Z.

Oh iya, banyak juga cameo menarik yang ada di One Piece Film: Gold, loh. Walau belum terlihat jelas di manganya, beberapa karakter setelah time-skip dua tahun kemudian, bisa kita saksikan secara detil disini, seperti beberapa anggota dari Cipher Pol Aigis Zero. Yang mengejutkan adalah porsi CP-0 ternyata cukup banyak dan diantaranya ada yang sampai bertarung dan memperlihatkan dirinya ke lawannya yang merupakan anggota dari Pasukan Revolusi. Wuih!

Bagi Kupaman yang juga sangat menggemari manga, anime dan  film-film layar lebar karya Eiichiro Oda, One Piece Film: Gold adalah salah satu film One Piece terbaik. Terbilang sangat menghibur dengan dengan visual yang sangat spektakuler, musik-musiknya yang sedap dan adegan-adegan pertarungan yang seru. Ada juga beberapa adegan yang akan membuat penonton termasuk Kupaman tertawa. Namun jika membandingkan dengan dua pendahulunya yaitu Strong World dan Z, film ini masih sedikit di bawahnya walaupun tentu One Piece Film: Gold sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Skor Review: 3,5/5

Nah, kabar terbaru dari One Piece adalah One Piece Akan Tayang Dalam Format Hologram Tahun 2017.