Resensi Film Kong Skull Island: Kembalinya Sang Raja Yang Bertambah Raksasa Ke Layar Lebar

| Oleh: Kylo | 08 Mar 2017 - 1:12 PM
607
0
resensi film kong skull island

Pada tahun 2014 silam, Legendary Pictures me-reboot film Godzilla yang versi pendahulunya, Godzilla tahun 1998 versi Roland Emmerich – salah satu film Godzilla terburuk yang pernah ada. Godzilla versi Legendary Pictures yang merupakan film kedua Godzilla garapan studio Hollywood itu mendapat sambutan yang sangat positif dari para fans dan kritikus juga memperoleh pemasukan yang sangat besar.

Kesuksesan Godzilla tersebut membuat Legendary Pictures ingin membuat sebuah monster movie yang akan menyatukan Godzilla dan King Kong di dalam satu layar lewat Godzilla vs. Kong. Sebelum itu semua terjadi, dibuatlah sebuah dunia sinematik yang disebut sebagai MonsterVerse. Film Godzilla di tahun 2014 dianggap sebagai film perdana MonsterVerse sedangkan film keduanya adalah Kong: Skull Island.

Kong: Skull Island sendiri bukan sebuah remake ataupun sekuel dari film King Kong tahun 2005 garapan Peter Jackson. Film ini dihadirkan sebagai sebuah kisah baru dari Kong sang Raja di pulau Tengkorak. Khusus dipersiapkan untuk berhadapan satu lawan satu melawan Godzilla si Raja Monster di tahun 2020, inkarnasi Kong kali ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah. Tinggi sang gorilla raksasa itu kini mencapai 100 kaki lebih (30,5 meter).

review film kong skull island

Film kedua dari MonsterVerse ini berkisah tentang sekelompok orang, militer dan sipil, yang berkunjung ke sebuah pulau bernama Skull Island yang belum terpetakan. Alasan sesungguhnya dari ekspedisi ini adalah kelompok ilmuwan dari organisasi Monarch berniat untuk mencari apakah di pulau yang dikelilingi oleh badai itu terdapat spesies super. Spesies super ini dipercaya adalah para penghuni bumi sebelum umat manusia muncul.

Apa yang dicari-cari oleh ilmuwan dari Monarch langsung mereka jumpai ketika pertama kali tiba di Skull Island. Kong, gorilla raksasa setinggi gedung menyambut kelompok ekspedisi itu dengan kekerasan dikarenakan para “tamu”nya itu mengebom pulau yang menjadi kampung halamannya.

Kematian beberapa personil militer yang dipimpinnya membuat Kolonel Preston Packard yang diperankan oleh Samuel L. Jackson berniat untuk menghabisi Kong. Di sisi lain rombongan lainnya yang jatuh di lokasi yang berbeda berusaha untuk keluar dari Skull Island dengan mencapai tempat penjemputan yang sudah direncanakan.

Walau bertabur bintang dengan kehadiran aktris pemenang Oscars Brie Larson, Tom Hiddleston, Samuel L. Jackson, John Goodman dan Toby Kebbell, film yang berseting di tahun 70an itu menampilkan tokoh-tokoh manusia yang karakternya kurang begitu tergali beda. Bahkan ada satu orang karakter yaitu San Lin yang diperankan oleh Jiang Tian yang sepertinya kehadirannya sama sekali nggak memiliki arti apapun di film ini. Boleh dibilang karakternya hanya sebagai tempelan saja.

kong bertambah raksasa di film kong skull island

Untuk tokoh Kong sendiri tidak begitu difokuskan sebagai sosok monster yang baik hati dan penyayang seperti yang terdapat di film King Kong yang terdahulu. Terlepas dari kekurangan itu, setiap scene yang menampilkan Kong selalu dipenuhi dengan aksi yang spektakuler dan seru. Entah itu ketika dia berhadapan dengan para tentara atau ketika sedang duel dengan para skull crawler. Adegan pertarungan Kong terasa jauh lebih seru dibanding inkarnasi sebelumnya ketika dia melawan tiga ekor Vastatosaurus rex. Mungkin ini semua karena karakter Kong versi baru ini ukurannya jauh lebih besar, jadi lebih terasa epik dan kolosal.  

Jika dibandingkan film MonsterVerse sebelumnya, Godzilla, film Kong: Skull Island sama-sama menampilkan sosok monster utama yang porsinya enggak terlalu banyak namun kekurangannya adalah di sisi cerita dan karakter manusianya yang peranannya tidak terlalu menonjol. Cerita orisinal dari Kong: Skull Island-nya sendiri kurang begitu greget. Walau begitu dengan minus di sana-sini sebagai sebuah tontonan berdurasi dua jam kurang dari awal hingga akhir Kupaman cukup terhibur dengan Kong: Skull Island. Sebuah film yang pantas untuk memperkenalkan kembalinya sang “Raja” ke layar lebar setelah hiatus satu dekade lebih.

Oh ya, setelah film berakhir jangan kemana-mana yah. Karena bakal ada post-credit scene yang cukup mengejutkan, loh. Simak deh di Spoiler: Ini Dia Post-Credit Scene di Kong: Skull Island.

Score: 3,5/5

.