Resensi Film Kimi no Na wa: Penuh Adegan Emosional Khas Makoto Shinkai

| Oleh: Yudi | 08 Dec 2016 - 1:00 PM
2463
0
review film kimi no na wa

Diangkat dari novel berjudul sama, anime film Kimi no Na wa akhirnya resmi ditayangkan di Indonesia tanggal 7 Desember 2016 kemarin. Novel dan film yang semuanya ditulis dan disutradai oleh Makoto Shinkai ini berhasil menjadi anime film blokcbuster di Asia dengan jumlah penjualan tiket lebih dari 15 juta lembar dan pendapatan sekitar 20 milyar Yen. Kimi no Na wa juga memuncaki box office Jepang selama sembilan minggu berturut-turut.

Sebelumnya Kupaman sempat memberi sedikit bocoran tentang anime film ini. Di mana dua karakter utama, Mitsuha Miyamizu dan Taki Tachibana mengalami mimpi aneh yang berakhir dengan tertukarnya tubuh mereka. Mitsuha yang tinggal di Itomori bertukar tubuh dengan Taki yang tinggal di Tokyo, dan sebaliknya.

Mulanya kejadian tersebut mungkin berhubungan dengan impian Mitsuha yang selalu ingin pergi dan tinggal di Tokyo karena menurutnya Itomori hanyalah sebuah kota kecil di pegunungan yang sangat membosankan. Tak banyak yang bisa dilakukan Mitsuha dan Taki selain berjuang dan beradaptasi dengan tubuh baru mereka.

Mitsuha dan Taki juga mencari satu sama lain untuk bisa bertemu, berharap mendapat jawaban atas kejadian misterius yang mereka alami. Namun pencarian tersebut sama sekali bukan perkara mudah. Terlalu banyak keajaiban yang sayangnya justru menjadi penghalang mereka untuk bisa bertemu. Dalam pencarian tersebut, Taki juga akhirnya menemukan sesuatu yang mengejutkan.

kimi no na wa penuh adegan emosional

Jujur saja, anime film ini memiliki alur cerita yang sedikit bercampur aduk dengan pola random. Dalam serangkaian adegan, kadang alurnya tentang masa depan dan tiba-tiba berubah menjadi masa lalu atau masa sekarang. Ditambah dengan tema yang bernuansa dunia paralel, bisa dibilang Kimi no Na wa cukup membingungkan. Namun di situlah letak menariknya.

Kimi no Na wa juga menghadirkan banyak adegan puncak yang terkadang membuat penonton sangat emosional, seolah betul-betul menjadi karakter utama dan turut merasakan apa yang mereka rasakan. Berbagai momen menegangkan, menyenangkan, menyedihkan, hingga melegakan turut menghiasi cerita anime film berdurasi hampir dua jam ini dari awal hingga akhir.

Membandingkan dengan novel dan anime film Makoto Shinkai sebelumnya, 5cm Per Second (Byosoku 5 Centimeter), bisa dibilang Kimi no Na wa ini sangat lekat dengan ciri khas Makoto Shinkai. Mulai dari ilustrasi, grafik animasi, tema, dialog dan adegan, hingga warna-warni yang dihadirkan–terutama warna langitnya yang sangat indah dan khas. Untungnya Kimi no Na wa sedikit lebih beruntung karena memiliki ending cukup manis.

nilai sempurna untuk film kimi no na wa

Dengan segala aspek yang dimiliki, maka terjawab sudah mengapa anime film ini mampu menjadi block buster dan merajai puncak box office Jepang selama sembilan minggu berturut-turut, mengalahkan anime film legendaris dari Studio Ghibli (Howl’s Moving Castle), serta didaftarkan dalam nominasi Academy Awards ke-89.

Bagi penggemar anime dan animasi, Kimi no Na wa sangat direkomendasikan. Kupaman sengaja tak memberikan spoiler tentang anime film ini, karena banyak sekali adegan dan momen sempurna yang sangat sayang jika dilewatkan sensasinya ketika menonton. Untuk itu ada baiknya juga jika sebelum menonton, sebisa mungkin hindari dulu segala macam bentuk spoiler.

Meskipun sedikit membingungkan–yang justru membuatnya semakin menarik, anime film ini sangat “Makoto Shinkai” yang juga terkenal dengan cerita emosionalnya. Tak ada satu pun yang tak menarik dari Kimi no Na wa. Sebagai tambahan, jika ingin lebih mendalami cerita ada baiknya menonton secara fokus dan jangan mengajak terlalu banyak teman.

Score: 4.5/5

Simak juga kabar selanjutnya dari Kimi ni Na wa di artikel Lho Kok, Makoto Shinkai Tak Ingin Film Kimi no Na wa Meraih Oscar?

.