Resensi Film Death Note: Melenceng Tapi Punya Daya Tarik Tersendiri

| Oleh: Kylo | 27 Aug 2017 - 11:56 AM
282
0
resensi film death note netflix

Sebuah buku catatan ajaib “Death Note” jatuh dari langit dan seorang pemuda bernama Light Turner (diperankan Nat Wolff) mengambilnya. Dengan kekuatan untuk menghabisi siapa saja yang terdapat di buku tersebut, Light yang dibantu oleh teman satu sekolahnya Mia (Margaret Qualley) berusaha untuk menciptakan dunia yang lebih baik dengan mengenyahkan para pelaku kriminal dan menciptakan sosok Dewa Pelindung/Penghukum “Kira.”

D isisi lain, ayahnya Light yang seorang Polisi, bergabung dengan detektif misterius bernama “L” (diperankan Lakeith Stanfield) untuk menghentikan terror yang diciptakan oleh Kira sambil berusaha untuk mengungkap identitas asli dari sang “Dewa.”

review film death note netflix

Premis Death Note versi Netflix masih sama dengan manganya, dan juga film layar lebarnya. Namun kesamaan dengan materi aslinya hanya sampai disitu saja. Karena untuk penokohan karakternya dan juga cerita di dalamnya, boleh dibilang jauh menyimpang dari apa yang telah melekat dibenak para fansnya selama ini.

Tidak ada sosok Light Yagami yang cool dan cerdik, atau L yang brilian dan jago menganalisa situasi hingga ke detil terkecil. Bahkan Mia (Misa-Misa versi adaptasi ini) juga sangat berubah drastis sifat karakternya

Diantara begitu banyak perubahan yang ada, Kupaman merasa paling cocok dan puas banget dengan Ryuk-nya. Dewa Kematian, Ryuk, yang suaranya diisi oleh aktor Willem Dafoe itu, berhasil menjadi sosok yang keberadaannya selalu bermakna. Padahal di film berdurasi dari kurang dua jam itu, Ryuk tidak pernah diperlihatkan secara jelas penampilannya dan jika dikomparasi dengan versi orisinal, versi Netflix-nya jauh lebih mengintimidasi dan menyeramkan.

ulasan film death note netflix

Yang membuat Death Note versi remake ini menjadi menarik adalah karena banyak twist/kejutannya. Memang adegan adu pintar antara Light dan L yang menjadi daya tarik utama dari manganya sama sekali dihilangkan. Tapi, dengan cerita yang lebih fresh, film arahan Adam Wingard ini memiliki daya tarik tersendiri. 

Beberapa scene yang terjadi karena “perbuatan” Death Note, jadi mengingatkan Kupaman dengan franchise film Final Destination. Sayangnya, alur film yang tayang eksklusif di Netflix itu agak terlalu cepat, jadi enggak bisa mengeksplorasi lebih jauh rivalitas antara Light dan L. Last but not least, lagu Power of Love-nya Celine Dion membantu adegan penutupnya lebih berkesan. Memang gantung sih, tapi Kupaman cukup puas dengan endingnya.

Score: 3/5

.