Resensi Dengan Spoiler Film Suicide Squad: Andai Saja Kehadiran Joker Dimaksimalkan!

| Oleh: Kylo | 10 Aug 2016 - 6:00 AM
1186
0
will smith dan margot robbie di suicide squad

Film ketiga DC Extended Universe (DCEU) Suicide Squad telah tayang di bioskop-bioskop Indonesia. Berbeda dengan kedua pendahulunya, film DCEU kali ini menampilkan para penjahat yang menjadi “jagoan”nya. Mereka adalah “Task Force X” sebuah pasukan khusus rahasia yang dibentuk oleh Amanda Waller (Viola Davis) yang mewakili pihak pemerintah Amerika Serikat.

Ketika pertama kalinya trailernya diungkap, film yang ditulis dan disutradai oleh David Ayer ini terlihat sangat menjanjikan dengan premisenya yaitu para “Bad Guys” yang diberikan misi untuk melakukan sesuatu yang berbahaya dan kemungkinan dapat membuat mereka semua terbunuh. Lagu-lagu yang disuguhi di berbagai trailernya juga semakin membangun hype dari film yang diberi tagline “Worse Heroes Ever” ini.

Sayangnya harapan tidak berbanding lurus dengan kenyataan. Suicide Squad memang dibintangi oleh aktor dan aktris yang berbakat. Will Smith sebagai Deadshot, Margot Robbie sebagai Harley Quinn, Jared Leto sebagai the Joker dan lain-lainnya. Namun sekali lagi sangat disesalkan penampilan yang sudah cukup baik dan memuaskan dari para pemainnya tersebut tidak bisa menutupi kekurangan dari film ini yang terasa digarap dengan kurang maksimal.

suicide squad

Kisahnya dimulai beberapa waktu setelah Superman tewas di Batman v Superman: Dawn of Justice. Untuk menanggulangi jika ada kasus meta-human berikutnya yang mungkin melakukan tindakan yang berlawanan dengan apa yang dilakukan oleh Man of Steel. Maka pemerintah Amerika Serikat menyiapkan pasukan khusus yang terdiri dari para penjahat-penjahat kelas kakap yang memiliki keahlian dan kemampuan spesial untuk menangani kasus yang tidak mungkin diselesaikan oleh orang normal/biasa.

Di bagian pertama dari film, penonton langsung diperkenalkan dengan tokoh-tokoh utama yang ada di film yang beberapa diantaranya sudah berada di penjara Belle Reve. Setiap karakter yang akan menjadi pasukan “Suicide Squad” satu persatu diberikan sebuah flashback mengenai kisah asal muasal mereka dan mengapa sampai bisa berada di tempat penahanan khusus yang dijaga dengan super ketat itu.

Floyd Lawton alias Deadshot yang berprofesi sebagai penembak bayaran ditangkap oleh Batman di kota Gotham, Harley Quinn yang dahulunya adalah seorang psikiater bernama Harleen Quinzeel sebelum akhirnya jatuh cinta dan menjadi sinting seperti kekasihnya the Joker juga ditangkap oleh Batman. Para anggota yang lain seperti El Diablo, Captain Boomerang dan Killer Crock juga diperlihatkan latar belakang mereka masing-masing sebelum akhirnya ditahan. Uniknya ada kejutan ketika di bagian flashback dari Captain Boomerang. Kita untuk pertama kalinya diperlihatkan dengan kehadiran the Flash yang sudah mengenakan kostum baru seperti yang terdapat di footagenya Justice League yang debut di San Diego Comic-Con 2016.

Bagian pertama dari film sudah bagus, lalu lanjut ke bagian berikutnya dimana Task Force X mulai bertugas ketika Midway City diserang oleh sesuatu yang bukan manusia. Sumber masalahnya adalah Dr. June Moone (Cara Delevingne) yang dirasuki kekuatan jahat yang disebut sebagai “The Enchantress”. The Enchantress dengan kekuatan sihirnya yang dashyat inilah sosok antagonis yang sesungguhnya dari film ini. Bukan the Joker (Jared Leto) seperti yang banyak diperkirakan orang.

jadred leto sebagai joker di suicide squad

Sayang The Joker yang diperankan dengan baik oleh vokalis band Thirty Seconds to Mars itu penampilan apiknya sepertinya hanya disia-siakan di film ini. Porsinya cuma sangat sedikit. Walau di dalam komik ia adalah sosok antagonis yang ikonik namun di film Suicide Squad ia seperti hanya menjadi tokoh pelengkap dari Harley Quinn saja. Juga banyak beberapa adegannya yang terdapat di trailer film sepertinya di-cut pada versi teatrikalnya. Sungguh amat sangat disayangkan.  

Untuk adegan aksinya cukup oke, yang menjadi pusat perhatian disini seperti yang diperkirakan banyak orang adalah Will Smith dan Margot Robbie. Walau tetap terasa seperti Will Smith menjadi diri sendiri ketika sedang memerankan karakter Deadshot. Tapi kualitas akting dari “Fresh Prince” memang jempolan, maklum dibanding para anggota Task Force X yang lain selain porsinya lebih banyak latar belakang dari Deadshot juga lebih manusiawi. Ia hanyalah seorang manusia biasa yang ingin membahagiakan putrinya. Untuk Margot Robbie sebagai Harley Quinn boleh dibilang sudah cocok banget, apalagi ketika ia sedang berpasangan dengan the Joker. Serasa nostalgia seri animasi klasik Batman tahun 90-an.

Secara keseluruhan film Suicide Squad terasa terburu-buru alurnya mirip dengan Batman v Superman: Dawn of Justice. Ada beberapa adegan yang terkesan diskip atau dilompati yang membuat jadi kurang greget. Entah apakah nanti di jika versi DVD atau Blu-raynya sudah dirilis bakal ada extended scene yang akan menjelaskan beberapa keganjilan yang ada di filmnya.  Yang paling mengesankan dari filmnya mungkin malah pilihan lagu-lagu soundtracknya yang asyik dan apik. Mirip dengan penggunaan lagu-lagu jadul di film Marvel Cinematic Universe, Guardians of the Galaxy yang membuat suasana film menjadi lebih ceria dan menghibur.

Suicide Squad mempunya potensi besar untuk menjadi film DCEU yang sangat menghibur namun pada akhirnya menjadi sebuah film yang sekedar “good.” Karena banyak hal yang tidak digali lebih jauh, dimaksimalkan dan dibiarkan terbengkalai begitu saja. Salah satunya sekali lagi yang sangat disesalkan oleh Kupaman adalah penampilan the Joker. Sosok The Clown Prince of Crime itu yang penampilan cukup original, fresh dan beda dengan penokohan karakter yang sama di film-film pendahulunya tapi sayangnya ia disini hanya dijadikan “pemanis” saja.

Score Review: 4/5

.