Wawancara Kak Mate, Pelaku Toys Photography: Beda Mainan Beda Serunya!

| Oleh: Yudi | 10 Apr 2016 - 1:12 PM
273
0
kak mate sedang memotret mainan

Setiap mainan memiliki ceritanya sendiri. Setidaknya itulah yang diutarakan oleh Rahmat Budiman atau yang lebih akrab disapa Kak Mate, salah seorang pencetus komunitas ToygraphyID. Ia memang selalu berusaha menyampaikan berbagai kisah melalui foto-foto mainannya. Aktivitas memotret mainan inilah yang disebut toy photography. Apa saja cerita serunya ketika menjalankan hobi memotret mainan ini? Berikut adalah hasil wawancaranya, .

Bagaimana awalnya bisa tertarik dengan toy photography dan sejak kapan?
Saya mulai motret sekitar akhir tahun 2012, kira-kira bulan Desember. Sebetulnya ceritanya agak lucu. Saya kebetulan hobi motret, lalu iseng bikin akun Instagram. Niatnya untuk sharing foto segala macam. Cuma saya bosan kalau isinya hanya foto selfie dan gitu-gitu aja. Mulailah cari ide kira-kira konten apa yang menarik dan beda untuk di-upload ke Instagram.

Terus waktu itu saya lagi jalan-jalan dan enggak sengaja lihat figure Tintin. Saya coba iseng motret, dan kayaknya menarik hasilnya. Mulai dari situ saya keluarin lagi koleksi mainan pas kecil dan saya potretin semua. Akhirnya, ya jadi suka sama toy photography. Jadi intinya cuma gara-gara mau cari konten berbeda untuk Instagram dan enggak sengaja ketemu mainan menarik.

Apa mainan yang paling sering dipotret Kak Mate?
Sejauh ini mungkin paling banyak Neon Genesis Evangelion, Sanji-nya One Piece, Tintin, dan Spiderman. Tapi akhir-akhir ini saya lagi senang motret Presiser. Itu semacam miniatur yang biasanya dipakai untuk maket. Kadang saya juga suka pinjam mainan teman-teman, kayak LEGO, figma, nendo dan lainnya.

karya kak mate di instagram

Punya kriteria khusus untuk mainan yang akan dipotret?
Kalau saya enggak ada, ya. Mungkin karena basic saya fotografer, jadi saya emang suka motret semuanya. Apapun mainannya, yang penting itu bisa saya jadikan sebuah cerita yang disampaikan melalui foto.

Dari awal hingga sekarang sudah berapa banyak foto yang Kak Mate hasilkan?
Semua foto saya share di Instagram. Kalau dilihat dari jumlah posting di Instagram, kayaknya lebih dari 500 foto, dan pastinya bakal bertambah.

Wah banyak banget! Kak Mate biasanya pakai kamera apa sih?
Saya motret cuma pakai kamera hape. Sebetulnya ada kamera profesional, tapi saya lebih seneng pakai hape. Di sini saya juga mau nunjukkin kalau motret mainan itu mudah, bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun tanpa harus pakai kamera mahal. Untuk yang motret pakai hape disebutnya mobile toy photographer.

Apa sih Kak yang biasanya dipersiapkan sebelum memotret?
Sebetulnya tergantung kebutuhan, ya. Tapi biasanya saya selalu nyiapin lampu LED atau senter untuk bantuan cahaya, terus ada cermin juga untuk reflektor, sama bluetack (semacam lem) biar mainannya bisa berdiri lebih stabil atau untuk ditempelin ke tembok, dan pastinya hape untuk motret.

Menurut Kak Mate apa tantangan atau keseruan dari toy photography?
Tantangannya, ya gimana caranya kita bisa membuat mainan itu seolah jadi makhluk hidup. Lalu gimana caranya kita bisa menyampaikan pesan atau cerita melalui sebuah foto yang objek utamanya si mainan itu.

Saya juga sering dikasih tantangan berupa tema foto. Dari situ biasanya kita coba mikir apa yang mau diceritain, lalu bikin konsep yang seusai tema. Kadang untuk mencapai hasil yang diinginkan juga enggak bisa sekali atau dua kali motret. Menghasilkan foto yang enggak kalah bagus dari kamera profesional dengan kamera hape dan perlengkapan seadanya juga jadi tantangan tersendiri. Kira-kira itu letak keseruannya. Beda mainan, beda juga tantangan dan serunya.

memotret mainan dengan cahaya buatan

Dari seluruh foto Kakak, mana yang menjadi favorit?
Jujur, ini pertanyaan paling sulit yang enggak pernah bisa saya jawab. Saya suka semua, sih. Soalnya saya yang motret, hahaha… Mungkin untuk foto favorit kembali lagi ke selera. Kebanyakan foto saya kesannya agak gloomy dan sedih. Kalau yang suka tema kayak gitu, ya kemungkinan suka sama foto-foto saya.

Siapa sosok yang menjadi pengaruh atau inspirasi dalam memotret?
Mungkin lebih pas dibilang penyemangat, sih. Jadi ada namanya Fauzie Helmy. Dulu waktu awal-awal saya mulai toy photography, saya bingung karena di Indonesia masih belum umum. Saya nyari bahan dan literatur untuk mempelajari toy photography juga susah banget. Saat itu saya ketemu dengan Fauzie Helmy.

Dia sebetulnya fotografer produk, tapi suka juga motret mainan. Pas ketemu dia, saya akhirnya merasa punya teman di dunia toy photography. Dia juga nyemangatin saya untuk terus berkarya. Mungkin kalau enggak ketemu dia, saya enggak bisa sampai kayak sekarang.

Kalau untuk inspirasi saya suka sama foto-fotonya Tatsuya Tanaka. Dia itu fotografer miniatur asal Jepang. Kalau liat posting-nya di Instagram saya sendiri suka bingung bisa-bisanya dapat ide kayak gitu.

Target atau cita-cita apa yang ingin dicapai melalui toy photography?
Sebetulnya target yang belum kesampaian itu bikin pameran foto dan bikin buku tentang trik mobile toy photography. Untuk pameran, sih niatnya akhir tahun ini. Kalau buku sebetulnya lagi tahap penulisan. Agak lama karena yang bikin cuma berdua termasuk saya. Ya, mudah-mudahan tahun ini semua bisa kelar, deh.

Wah, seru juga ya ceritanya. Terimakasih ya, kak Mate!
Sama-sama!

 

.