Wawancara Cosplayer Wakil Indonesia di AFASG15: Go On and Have Fun!

| Oleh: Yudi | 05 Nov 2015 - 3:30 PM
73
0
kak erlan sebagai alto angelo

AFAID15 sudah berakhir tanggal 27 September 2015 lalu. Namun banyak keseruan yang belum bisa dilupakan. Salah satunya dari ajang ARCC (AFA Regional Cosplay Competition) yang dimenangkan Kak Erlan dan Kak Naru sekaligus jadi wakil Indonesia di AARC AFASG15 tanggal 27-29 November 2015. Nah, gimana cerita soal AARC kemarin dan persiapan kompetisi di Singapura nanti? Kak Erlan berbaik hati untuk berbagi cerita dalam wawancara berikut ini.

Berapa lama persiapan yang dilakukan untuk tampil di ARCC kemarin?
Total persiapan sekitar enam bulan. Dimulai dari memikirkan konsep karakter yang akan ditampilkan, pembuatan kostum, koreografi, dan skit. Semuanya dimasukkan ke dalam rundown agar lebih terjadwal dan selesai tepat waktu.

Dari banyaknya persiapan, mana yang memakan waktu paling lama?
Pembuatan koreografi. Dimulai sejak bulan kedua hingga bulan keempat, sekitar dua bulan. Lalu dilanjutkan dengan pembuatan audio dan perkiraan durasi waktu untuk tampil di atas panggung. Bulan kelima, kami mulai membuat background video. Dan dalam waktu bersamaan, kami juga mulai membuat properti panggung.

Bagaimana dengan pembuatan kostumnya sendiri?
Kostum bersama seluruh properti panggung sudah mencapai tahap finishing ketika masuk bulan terakhir. Pembuatan kostumnya memang cukup sulit dan butuh ketelitian serta kesabaran, mengingat banyaknya detail yang harus ditunjukkan.

cosplay devil may cry oleh kak erlan dan kak naru

Apa saja kesulitan yang dialami saat melakukan persiapan?
Yang paling terasa adalah pada bagian koreografi. Karena tak mudah melakukan gerakan seperti melompat, menendang, memukul, bahkan berguling dengan memakai kostum. Kostum ini sangat membatasi gerakan dan cukup berat.

Dalam ARCC kemarin, Kak Erlan yang berpasangan dengan Kak Naru menampilkan cerita dari game Devil May Cry. Kak Erlan menjadi karakter Alto Angelo bertarung dengan Kak Naru yang menjadi karakter Dante Devil Trigger. Setelah melakukan latihan koreografi dan diskusi cukup lama, akhirnya dipilihlah tema Devil May Cry  karena mereka sama-sama memainkan game ini, sehingga dapat lebih menghayati.

Bagaimana rasanya tampil, bahkan memenangkan ARCC?
Tegang! Itu yang paling utama! Terlebih lagi harus berkompetisi dengan teman-teman cosplayer lain yang kemampuan akting dan kostumnya luar biasa.. Untungnya kami bisa sedikit tenang karena proses trial and error, juga latihan-latihan sebelumnya. Dan saat diumumkan bahwa kami adalah juaranya, rasanya semua kerja keras terbayarkan, luar biasa bahagia dan tentu saja bangga.

Apa yang paling berkesan saat mengikuti ARCC?
Hal yang paling berkesan adalah ketika bisa menemukan banyak teman-teman baru dari sesama cosplayer, juri yang hadir, juga panitia. Mungkin saat di atas panggung atau sedang berkompetisi, kita adalah lawan. Namun kenyataannya kita semua adalah teman, saling berbagi, bertukar ide, cerita, dan pengalaman.

Lalu apa persiapan untuk mewakilkan Indonesia di AFASG akhir November nanti?
Kami masih menampilkan kostum dan tema yang sama, yaitu Devil May Cry. Namun tentunya ada penambahan, baik dalam kostum, skit, dan koreografi. Belajar dari penampilan di ARCC AFAID15 dan atas saran dari teman-teman, kami akan berusaha menampilkan yang lebih baik dan terbaik di AFSG nanti.

kak naru sebagai dante devil trigger

Keberhasilan Kak Erlan dan Kak Naru dalam ARCC kemarin tentunya tak lepas dari dukungan rekan sesama timnya. Mereka berdua tergabung dalam tim cosplay Daikon Sky. Mereka berdua menjadi tim khusus untuk project ARCC tahun ini.

Daikon Sky sendiri telah terbentuk sekitar tahun 2013, yang diawali oleh Echow dan Sora untuk mengikuti ARCC di AFAID13. Daikon Sky akhirnya menjadi pemenang dan mewakili Indonesia di AFASG. Prestasi paling membanggakan tim ini adalah keikutsertaan dalam WCS (World Cosplay Summit) 2013 di Jepang.

Selain bergabung dalam tim cosplay Daikon Sky, Kak Erlan dan Kak Naru juga bergabung dalam komunitas tokusatsu, atau lebih dikenal dengan Komutoku. Komutoku adalah komunitas yang mengumpulkan seluruh pecinta tokusatsu, mulai dari kolektor mainan, majalah, film, atau cosplay. Kak Erlan adalah satu pendiri komunitas ini, bahkan mengakui bahwa dia mengenal dan belajar banyak soal cosplay performance.

Akhir-akhir ini kegiatan cosplay semakin digemari. Bisa berikan sedikit pesan untuk cosplayer yang lain?
Bagi saya, cosplay ini adalah hobi yang menyenangkan, karena tak dibatasi usia, gender, atau hal-hal seperti SARA danakan lebih menyenangkan jika dalam melakukan hobi ini kita bisa saling berbagi. Bentuknya macam-macam, bisa berupa bantuan, ide, pengalaman, ilmu. Intinya go on and have fun!

Oke deh Kak, semoga sukses di AFASG15 ya!

.