Waduh! Guru di Fukushima Ini Ancam Muridnya Dengan Death Note

| Oleh: Yudi | 15 Jan 2017 - 7:25 PM
195
0
death note dianggap membawa pengaruh buruk bagi anak-anak

Kabar cukup menggegerkan datang dari Perfektur Fukushima, Jepang. Entah karena alasan apa, namun seorang guru salah satu SD di Fukushima terbukti sering mengancam murid-muridnya menggunakan “Death Note.” Bagi pecinta anime, Death Note tentu bukan hal baru. Manga karya Tsugumi Ohba ini telah diadaptasi menjadi serial anime dan live-action.

Dalam anime tersebut diceritakan bahwa seorang murid SMA bernama Light Yagami menemukan sebuah buku supranatural. Kekuatan yang dimiliki buku tersebut tak main-main dan sangat mengerikan. Karena buku tersebut mampu membunuh siapa pun nama yang tertulis di dalamnya.

guru sd di jepang ancam murid dengan death note

Mungkin karena terinspirasi oleh cerita tersebut, guru SD ini melakukan hal serupa kepada murid-muridnya. Menurut info yang diberikan sekolah, guru laki-laki berumur sekitar 30 tahun ini menggunakan perangkat tablet-nya untuk menunjukan gambar buku Death Note seperti yang ada dalam anime-nya. Berbekal gambar tersebut, dia mengancam murid-murid kelas 4 dan kelas 6.

Tindakan ini ternyata sudah dilakukan sang guru sejak akhir November hingga akhir Desember tahun lalu. Tercatat ada total delapan murid yang diancam akan ditulis namanya dalam “Death Note.” Untungnya kejadian tak menyenangkan ini langsung ditanggapi serius oleh pihak sekolah dan guru tersebut telah mendapat teguran. Para wali kelas dari murid-murid yang menerima ancaman juga telah meminta maaf pada orangtua murid.

Kepala sekolah juga turut buka suara terkait hal ini. Menurutnya, cara yang digunakan guru tersebut tak seharusnya dilakukan. “Saya rasa anak-anak (murid) tak nyaman dengan tindakan tersebut. Jika berniat untuk mengingatkan muridnya, seharusnya dia (guru) menggunakan metode yang lebih tepat dan tak bersifat ancaman,” jelas kepala sekolah kepada surat kabar lokal, The Fukushima Minyu Shimbun.

kasus kriminal terkait death note

Tak hanya di Jepang, beberapa kejadian lain yang berhubungan dengan Death Note juga terjadi di Amerika. Sepanjang tahun 2007 hingga 2015 lalu, tercatat ada 10 insiden yang seluruhnya dilakukan oleh murid sekolah SD hingga SMA. Murid-murid yang “merasa” dirinya Light Yagami tersebut akhirnya mendapat tindakan tegas mulai dari skorsing hingga dikeluarkan dari sekolah.

Kasus Death Note yang meluas di berbagai negara ini membuat polisi melakukan investigasi dan memaksa sekolah-sekolah mengambil tindakan disiplin. Tahun 2013 lalu, beberapa orangtua murid di Rusia bahkan meminta Presiden Vladimir Putin untuk melakukan banned pada manga Death Note karena dianggap memberi pengaruh buruk pada anak-anak. Kasus pembunuhan seperti dalam manga-nya pun sempat terjadi di Belgia pada tahun 2010.

Sementara itu, Belum Tayang, Live-Action Death Note Versi Netflix Sudah Dibanjiri Protes.