Universitas di Amerika Serikat Ini Gunakan Anime Sebagai Materi Perkuliahan

| Oleh: Yudi | 28 Dec 2016 - 8:00 PM
135
0
kelas perkuliahan dengan pengantar anime

Sekolah dan kelas khusus otaku atau anime mungkin sudah tak begitu asing di Jepang. Contohnya saja Tokyo School of Anime yang akan membuka Akiba Business World–sekolah untuk para otaku yang ingin lebih profesional dalam menjalankan hobinya, pada April tahun depan. Atau sebuah universitas yang membuka kelas perkuliahan khusus anime dengan kurikulum dan aktivitas ekstra ketat.

Pesatnya perkembangan Japan pop-culture, kelas atau universitas khusus semacam ini juga mulai hadir di berbagai negara di luar Jepang. Taiwan salah satu negara yang memiliki universitas dengan kelas khusus anime dan manga di Cheng Chi University. University of Queensland di Australia juga telah membuka kelas khusus anime sejak tahun ajaran 2014.

belajar sambil menonton anime di university of south carolina amerika

Mungkin semua masih ingat bagaimana karakter idol virtual dan vocaloid, Hatsune Miku, akan dimunculkan dalam buku pelajaran seni musik di Jepang atas permintaan dari para orangtua siswa. Fenomena Hatsune Miku dan vocaloid-nya juga digunakan sebagai literatur di The University of Oxford melalui buku berjudul The Oxford Handbook of Music and Virtuality.

Tak jauh berbeda dari The University of Oxford atau kelas-kelas khusus yang telah disebut di atas, sebuah universitas di Amerika Serikat juga menggunakan anime sebagai pendekatan dan pembahasan dalam proses perkuliahannya. Kelas perkuliahan di University of South Carolina ini disebut dengan kelas membaca dan menulis tentang magical girl (Reading and Writing About Magical Girls).

Sejatinya, kelas ini merupakan kelas yang mempelajari tentang sastra dan budaya Inggris. Namun dosen yang mengajar di kelas ini merupakan penggemar anime, sehingga dia menggunakan anime sebagai pendekatan dan pengantar dalam mengajar. Metode ini juga diakui mampu meringankan dan menjadikan bahasan-bahasan berat terasa lebih menyenangkan.

Dosen dengan pemilik akun Reddit intothepinting tersebut merancang lima kasus yang menjadi pembahasan dalam perkuliahan.

- Memahami dasar-dasar ekspresi (kata kiasan) dan metodologi tentang anime ber-genre Magical Girl (Mahou Shoujo).
- Penggunaan genre Magical Girl untuk memperkenalkan prinsip dasar feminisme.
- Meneliti apakah anime mampu menguraikan pertanyaan teoritis tentang estetika dan politik dengan relevan.
- Menghubungkan genre Magical Girl dengan pertanyaan yang lebih luas mengenai kepentingan politik.
- Mengajarkan kepada mahasiswa bagaimana cara menulis (bahasa Inggris).

anime genre mahou shoujou menjadi pembahasan dalam perkuliahan

Materi yang terlihat berat dan membingungkan ini dibahas menggunakan referensi dari judul-judul anime ber-genre Magical Girl (Mahou Shoujou) ternama, seperti Little Witch Academia, Little Witch Academia, Sailor Moon: A Moon Star is Born!, Cardcaptor Sakura: Sakura and the Blacked Out School Arts Festival, Revolutionary Girl Utena: Nanami’s Egg, Bakemonogatari: Tsubasa Cat, Part 2, dan Puella Magi Madoka Magica. Tak ketinggalan pula kartun barat seperti The Powerpuff Girls: Equal Fights dan Steven Universe: An Indirect Kiss.

Kendati materi asli dari kelas ini termasuk serius, namun pendekatan anime membuat beberapa netizen ingin bergabung. Setengah tak percaya, mereka mengungkapkan harapannya agar universitas lain menghadirkan kelas serupa, supaya mereka bisa mengikuti perkuliahan dan mendapat gelar dalam jurusan Magical Girl.

Sementara itu seperti tak mau ketinggalan, Dua Universitas di Tiongkok Membuka Kelas Dengan Pengantar Detective Conan.