Review Non Spoiler Attack on Titan Live Action: Tunggu Aksi Maneuver Gear-nya!

| Oleh: Yudi | 22 Aug 2015 - 6:44 AM
56
0
review film live action attack on titan

Akhirnya penantian yang cukup lama terbayarkan sudah. Tanggal 23 Agustus 2015 besok, seluruh penggemar Attack on Titan bakal bisa menyaksikan special screening yang diputar di CGV Blitz dan Cinemax Theater. Penasaran dengan isi filmnya? Berikut sedikit bocorannya!

Bagian awal film menceritakan tentang tiga karakter utama, yaitu Eren, Mikasa, dan Armin. Hampir selama 30 menit, kita akan disuguhi percakapan antara mereka bertiga. Terus terang, memang agak membosankan. Dikisahkan, Eren yang tak percaya akan keberadaan Titan merasa kasihan kepada dirinya sendiri yang harus hidup terkungkung di dalam tembok raksasa.

Tak perlu menunggu lama untuk bisa menyaksikan seperti apa wujud Titan dalam film ini. Namun kita harus punya cukup nyali saat melihat segerombolan Titan yang memporak-porandakan sesisi kota dan memangsa para manusia hidup-hidup. Selalu ada banyak darah dan potongan tubuh setiap adegan kemunculan Titan berlangsung. Wah, agak-agak sadis juga, sih. Karenanya film Attack on Titan live action ini agaknya kurang cocok untuk penonton anak-anak.

review film live action attack on titan

Kemana Eren, Mikasa, dan Armin ketika Titan datang? Tentu saja mereka melarikan diri di antara kerumunan manusia lain, hingga akhirnya mereka saling terpisah. Dua tahun setelah kejadian tersebut, Eren dan Armin bergabung dengan pasukan Survey Corps, sementara Mikasa masih belum diketahui kabarnya.

Dalam Survey Corps inilah Eren dan Armin bertemu pasukan lainnya, seperti sang kapten pasukan bersenjata, Hans, juga Sasha, Hiana, Souda, dan Sannagi. Eren juga bertemu dengan Jean, yang dalam film ini berperan sebagai rival sesaat. Mereka dibebani misi untuk menambal bagian tembok yang bolong agar Titan tak bisa masuk kembali.

Perjalanan misi dimulai malam hari, karena saat itulah Titan tidur. Sialnya, di tengah perjalanan terjadi beberapa keributan yang menyebabkan Titan terbangun dan mulai memangsa pasukan Survey Corps. Beruntung di tengah kemelut ini muncul Kapten Shikishima yang berhasil membunuh beberapa Titan sehingga Eren dan sisa pasukan bisa melarikan diri.

review film live action attack on titan

Pertempuran kembali terjadi keesokan harinya. Kali ini, kita bisa menyaksikan Eren yang beraksi dengan maneuver gear-nya saat melawan Titan. Sekilas mirip seperti adegan Spider-Man yang bergelayut dengan jaring-jaringnya di tengah kota. Seru, deh! Situasi semakin gawat ketika Eren terhempas dari gear-nya, sementara Armin tertangkap oleh salah satu Titan dan akan dimangsa.

Melihat sahabatnya di ujung maut, Eren berusaha bangkit untuk menolong Armin. Usahanya berhasil, namun sebagai gantinya dialah yang dimangsa hidup-hidup oleh Titan. Sayangnya, Titan ini lebih kuat dari yang lain. Berkali-kali serangan dari pasukan Survey Corps yang tersisa seperti sia-sia.

Lalu bagaima nasib Eren? Apakah pasukan Survey Corps berhasil menyelesaikan misinya? Untuk menjawab ini, kalian harus menyaksikan sendiri filmnya. Bagi penggemar Attack On Titan sejati yang sudah melalap manga dan rutin menonton anime-nya sebaiknya jangan berharap terlalu banyak. Karena film Live-Action Attack On Titan ini bisa dibilang berbeda cukup jauh dan mencolok dari cerita anime atau manga-nya.

review film live action attack on titan

Beberapa perbedaan, seperti absennya Levi, perubahan sifat dari karakter Eren, lalu hilangnya Mikasa di awal-awal cerita, dan hadirnya bumbu-bumbu percintaan yang sebetulnya sama sekali tak ada di anime atau manga-nya. Bahkan sebetulnya film ini lebih cocok disebut sebagai horror dibanding action.

Secara keseluruhan, film ini masih cukup menarik untuk ditonton, meskipun memang terasa sedikit membosankan. Karena film berdurasi sekitar 100 menit ini lebih banyak didominasi dengan dialog dibanding aksinya.

Untungnya adegan pertempuran dengan maneuver gear sangat menarik untuk ditonton, apalagi jika hadir dalam format 3D dan 4D. Pun ketika para Titan menghancurkan kota, rasanya seperti menonton film Godzilla. Namun perlu diingat, film ini mengandung sedikit adegan dewasa dan banyak adegan kekerasan, darah, juga potongan tubuh yang mungkin agak mengerikan.

.