Resensi Film Logan: Mirip Drama Tapi Wolverine Tampil Mengamuk Segila-gilanya

| Oleh: Kylo | 01 Mar 2017 - 5:43 PM
758
0
resensi film logan

Akhirnya bulan Maret tiba. Bulan ini akan menjadi bulan yang sangat spesial bagi para penikmat film karena ada banyak film-film menarik dan seru yang akan menemani mereka setiap Minggunya. Ada Logan, Kong: Skull Island, Beauty and the Beast, Power Rangers dan Ghost in the Shell.

Logan akan menjadi film wajib pertama di bulan yang baru ini, yang ternyata di Indonesia ditayangkan dua hari lebih dahulu dari tanggal tayang resmi di negara Paman Sam. Logan merupakan film kesepuluh dari franchise film X-Mennya FOX dan sekaligus menjadi film solo ketiga Wolverine yang juga menjadi film pamungkasnya Hugh Jackman sebagai karakter superhero mutan bernama Wolverine.

Untuk menyaksikan film Logan ini enggak perlu menyaksikan keseluruh film-film X-Men yang ada karena kisahnya dapat dinikmati sebagai sebuah standalone. Namun bagi mereka yang telah menyaksikan serial film X-Men mungkin akan lebih dapat merasakan betapa menderitanya sosok Logan/Wolverine yang telah hidup sangat lama. Bahkan masih terus hidup di saat teman-temannya sudah tiada.

review film logan

Bagi para penonton dan fans yang sudah terbiasa melihat film-film superhero baik dari Marvel Cinematic Universe, DC Extended Universe atau X-Men Universe-nya FOX pasti akan langsung seketika merasakan nuansa yang berbeda ketika menyaksikan film Logan. Jika film-film superhero pada umumnya penuh dengan aksi-aksi yang spektakuler, maka film Logan bisa dibilang adalah sebuah film drama yang ada unsur superheronya.

Filmnya sendiri berlangsung di tahun 2029 dimana para mutan telah hampir punah dan Logan sang Wolverine kemampuannya telah memudar serta perawakannya mulai terlihat menua. Di masa senjanya itu, Logan yang menggunakan nama aslinya James Howlett itu berprofesi sebagai seorang sopir panggilan. Ia bersama Professor X (Patrick Stewart) yang sudah sangat tua tinggal dilokasi yang sangat terpencil karena suatu dan lain hal.

Takdir membawa Logan untuk beraksi lagi sekali lagi untuk membawa seorang gadis kecil bernama Laura (Dafne Keen) ke sebuah wilayah perbatasan. Laura ini ternyata adalah seorang mutan yang dikejar-kejar oleh kelompok the Reavers yang berkerja untuk perusahaan Transigen. Laura yang mempunyai nama sandi X-3 itu ternyata adalah mutan yang dibuat dengan menggunakan DNA-nya Logan. Jadi walau masih sangat muda, Laura mempunyai kemampuan yang sama dengan Wolverine. Bahkan dia juga mempunyai cakar Adamantium, di tangan dan juga di kaki.

Film Logan penuh dengan drama yang cukup menguras emosi, di film ini diperlihatkan bahwa Logan sudah muak dengan dunianya dan ia hanya ingin menyendiri tanpa ada gangguan. Namun ketika Laura datang, mau enggak mau mantan anggota X-Men itu berusaha untuk mengantar gadis tersebut ke tempat yang dijanjikannya.

dafne keen sebagai x-23 di film logan

Akting Hugh Jackman sebagai Logan disini total banget namun yang menjadi pusat perhatian di filmnya adalah si kecil Laura yang walau terlihat seperti seorang yang pendiam namun dapat beraksi dengan ganas dan brutal ketika situasi mendesaknya.

Bagi yang ingin melihat Wolverine tampil mengamuk segila-gilanya maka ini adalah film X-Men dengan rating R yang telah kamu tunggu-tunggu. Selain penuh dengan aksi yang brutal namun konten ceritanya sendiri cukup mendalam dan menyentuh. Bahkan Kupaman sendiri sempat menitik airmatanya pada suatu scene yang memang sangat menyentuh.

Logan adalah film penutup karakter Wolverine-nya Hugh Jackman yang sempurna. Brutal banget tapi dikemas secara brilian oleh penulis sekaligus sutradaranya, James Mangold, menjadi sebuah film superhero dengan unsur drama  yang kental.

Oh ya, ini bukan film anak-anak loh. Jadi kalau bisa jangan membawa atau memaksakan siapa saja yang masih dibawah umur untuk menyaksikan film Logan. Last but not least, nggak ada post-credit scene di film Logan. Jadi setelah filmnya berakhir, enggak apa-apa kok jika kita mau langsung keluar dari studionya.

Score: 4/5

Simak juga resensi film keren lainnya di bulan Maret 2017 ini di Resensi Film Kong Skull Island: Kembalinya Sang Raja Yang Bertambah Raksasa Ke Layar Lebar.

.