Mengintip Kelas Khusus Otaku Universitas di Jepang

| Oleh: Yudi | 18 Apr 2016 - 8:36 PM
200
0
belajar menjadi otaku

Apa yang muncul dalam bayangan kalian ketika mendengar tentang kelas khusus otaku? Bersantai-santai sambil membaca manga, menonton anime, atau membahas tentang tren otaku kekinian. Itu mungkin saja benar, namun kalian bisa saja berubah fikiran jika mengetahui apa yang terjadi dalam sebuah kelas khusus otaku.

Mungkin kalian sudah tahu jika otaku juga memiliki tingkatannya sendiri. Contohnya saja otaku tingkat kasual, yang biasanya hanya sekedar mengikuti anime atau manga mainstream dan terkenal–semisal Naruto, One Piece, Attack On Titan, dan banyak lainnya. Ada juga otaku tingkat hardcore, yang hampir menghabiskan hari-harinya hanya untuk membaca manga atau menonton anime. Dari yang sangat terkenal, hingga yang jarang sekali orang tahu.

kelas anime dan manga

Jika kalian merasa otaku–terlebih tingkat hardcore, mungkin kelas khusus otaku di sebuah universitas di Jepang ini cocok untuk kalian. Pasalnya, untuk bisa mendaftar dan masuk ke kelas ini diperlukan keseriusan luar biasa dalam bidang otaku. Tak percaya? Salah seorang siswa dalam kelas tersebut membocorkan materi perkuliahan yang dia pelajari melalui account Twitter-nya. Berikut isinya:

Dalam perkuliahan ini kita akan melihat anime sebagai objek film dan seni, membahas tren dan menganalisis karya penting di tahun 2000-an serta anime yang lebih lama, seperti Gundam dan Evangelion. Judul lain yang akan turut dibahas termasuk: Star Driver, Code Geass, Lucky Star, Durarara!!, Monogatari Series, Tiger & Bunny, Penguindrum, dan PSYCHO-PASS. Kita juga akan membahas mengenai budaya moe, budaya fujoshi, cosplay, social gaming, dan simbol dalam manga.

Sebagai catatan, kelas ini diperuntukkan bagi orang yang sangat familiar dengan anime dan manga. Anda harus memahami dan berbicara tentang otaku/fujoshi dengan baik untuk mengikuti kelas ini.

ahli anime dan manga

Sasaran Perkuliahan
Mampu menganalisa dan membandingkan anime dalam berbagai tingkatan yang berbeda.

Sistem Penilaian
Kehadiran: 50%. Nilai Ujian: 50%

Kegiatan Ekstrakurikuler
Diwajibkan menonton anime sebanyak 20 episode atau lebih dalam seminggu.
Diwajibkan membaca buku sebanyak 10 judul atau lebih dalam sebulan, termasuk buku referensi perkuliahan yang bisa dibeli atau dipinjam dari perpustakaan.
Harus memiliki pengalaman tentang visual culture (film, seni, dan sebagainya).
Harus menguasai internet dan social media.

Ternyata belajar di kelas khusus otaku bisa sangat melelahkan dan tak seindah yang dibayangkan. Namun tak bisa dipungkiri bahwa budaya otaku memang semakin digemari. Hal ini membuat universitas di beberapa negara mulai membuka kelas untuk anime atau manga, seperti Cheng Chi University di Taiwan atau Senshu University di Jepang. Bagaimana menurut kalian? Masih tertarik untuk masuk kelas khusus otaku dan meraih gelar sarjana anime atau manga?

.