Lustrum VI SDK Mater Dei: Dalang Cilik Sampai Yoyo dan Drone Ramaikan Drama Musikal Maderah

| Oleh: George | 16 Jan 2017 - 4:10 PM
795
0
drama musikal madera sdk mater dei pamulang

Anak-anak di SDK Mater Dei, Pamulang, Tangerang Selatan kemarin punya acara menarik. Mereka menggelar acara Lustrum VI dalam rangka ulang tahun sekolahnya yang ke-30 tahun. Sebagai acara puncak, mereka menggelar drama musikal yang berjudul Maderah di Auditorium Universitas Pamulang hari Minggu, 15 Januari 2017 kemarin.

Serunya, sebelum acara puncak drama musikal Maderah, banyak banget acara-acara pembuka yang keren. Mulai dari persembahan dance dari semua kelas, story telling sampai pergelaran wayang yang dibawakan oleh dalang cilik yang kebetulan juga murid dari SDK Mater Dei Pamulang.

dalang cilik di lustrum sdk mater dei pamulang

Dua kakak-beradik, yaitu Nihan Hastungkoro yang duduk di kelas 4 dan Sunu Kamarasu yang duduk di kelas 2 bersama-sama membawakan lakon Perang Kembang. Ternyata walaupun masih SD mereka benar-benar bisa mendalang diiringi gamelan lengkap selama 40 menitan, loh!

Maklum saja, Nihan sudah belajar mendalang di sebuah sanggar sejak ia duduk di bangku TK B. “Waktu itu aku diajak oleh ayah dan begitu melihat, aku langsung tertarik mencoba mendalang,” ujar pengidola Gatot Kaca yang bercita-cita mendalang keliling Eropa untuk memperkenalkan budaya Indonesia ini.

Sedangkan Sunu, adik Nihan juga tak kalah gandrung dengan budaya lokal. Kalau Nihan setelah mendalang masih manggung bermain angklung, Sunu dengan percaya diri tampil di panggung sendirian menari ala Reog Ponorogo.

lustrum sdk mater dei pamulang

Walaupun mendalang dengan serius dengan kostum dalang lengkap, namanya anak-anak tetap saja anak-anak yang ada bercanda-bercandanya. Jadinya walaupun membawakan lakon dalam bahasa Indonesia dan sesekali bahasa Jawa, Nihan dan Sunu tetap iseng menyelipkan kata-kata bahasa Inggris segala. Padahal sedang menjelaskan makna lagu Gundul-gundul Pacul, ehehe!

Ngomongin puncak acara berupa drama musikal Maderah, ada hal yang bikin Kupaman salut dengan murid-murid SDK Mater Dei ini. Selain mereka yang beraksi di panggung terdiri dari anak-anak berbagai kelas, seluruh iringan musik yang apik sepanjang pertunjukkan ternyata adalah hasil kolaborasi mereka sendiri diantaranya adalah anak-anak ekskul Bina Musika, Bina Vokalia, Ekskul Angklung, dan lain-lain. Tak terlihat sama sekali adanya musisi sewaan, semua murni anak-anak!

Cerita Maderahnya sendiri berkisah tentang made yang ingin mempertahankan budaya asli di tengah gempuran budaya asing. Selain mendirikan sanggar ia berguru kemana-mana. Pada akhirnya ia menemukan bahwa sekolah itu untuk hidup dan bukan hidup untuk sekolah dan budaya modern dan tradisional bisa berjalan beriringan.

drama musikal sdk mater dei pamulang

Suguhannya sendiri cukup apik. Di sela-sela cerita, budaya lokal yang diselipkan dengan baik jadi pengisi yang "bergizi" di panggung. Apalagi budaya lokal yang ditampilkan lengkap banget, rasanya dari Aceh sampai dengan Papua semua ada!

Untuk menggambarkan nuasa budaya modern, tarian ala modern dance juga ditampilkan beserta aksi centil yang bikin gemes dengan inline skate. Bahkan anak-anak dengan mobil R/C, helikopter R/C, sampai drone dan aksi freestyle yoyo ikut beraksi di panggung. Sebelumnya, anak-anak lain dengan permainan tradisional seperti egrang yang menguasai panggung.

Wah, salut dan selamat ulang tahun ke-30 tahun buat SDK Mater Dei Pamulang!