LEGO Kucurkan 150 Juta Dolar Untuk Bahan Baku Ramah Lingkungan

| Oleh: Willy | 29 Feb 2016 - 2:00 PM
182
0
lego

Di kalangan penyuka mainan konstruksi berbentuk bricks, LEGO memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Kualitas bricks-nya jempolan, bahkan sudah banyak yang membuktikan sanggup bertahan untuk diwariskan sampai 3 generasi.

Namun seiring jaman berubah, LEGO rupanya merasa harus tetap berbenah dan tidak berpuas diri. Masalahnya selama ini bricks LEGO dibuat dari hasil proses penyulingan minyak mentah menjadi plastik. Tentu saja prosesnya kurang ramah lingkungan. Bahasa kerennya banyak meninggalkan jejak karbon.

bricks lego

Makanya LEGO sedang mencari solusi bagaimana membuat bricks yang kualitasnya sejajar dengan produk mereka selama ini namun material dan proses pembuatannya lebih ramah lingkungan. Untuk ini LEGO tak mau main-main. Maklum mengganti material dan proses produksi yang sudah jelas-jelas terbukti menghasilkan produk terbaik terdengar seperti pertaruhan saja.

Selain mendirikan Sustainable Materials Center, pabrik mainan asal kota Billund, Denmark ini tak segan-segan mengucurkan dana luar biasa. Konon sampai 150 juta Dolar (nyaris Rp 2 trilyun). Bahkan sampai mempekerjakan 100 ahli terbaik dalam bidang material.

Wajar kalau LEGO kelihatan kebelet mengganti material brikcs-nya. Soalnya target sudah terlanjur dipatok, bahwa material baru yang ramah lingkungan ini harus menggantikan material minyak bumi pada tahun 2030. Kelihatannya masih lama ya? Tapi kalau melihat kapasitas produksi 60 juta bricks setahun yang sudah berjalan selama ini, rasanya cukup kebayang bagaimana repotnya urusan penggantian material utama bagi LEGO.

penelitian lego untuk bahan baku alternatif

Mungkin ada yang bertanya-tanya, kenapa LEGO mau repot banget mengeluarkan dana sampai ratusan juta Dolar? Maklum di Eropa isu lingkungan merupakan hal yang penting. Perusahaan dengan produk yang jejak karbonnya tinggi bukanlah hal yang membanggakan. Makanya perusahaan di sana berlomba-lomba menciptakan produk dari material ramah lingkungan dan berkelanjutan. Tidak cukup hanya menggunakan bahan ramah lingkungan buat kemasannya, LEGO memang bertekad mengganti bahan baku utama untuk bricks-nya.

Semoga LEGO cepat berhasil menemukan bahan pengganti minyak bumi untuk material plastik bricks-nya. Mudah-mudahan kualitasnya setara atau bahkan lebih baik. Lebih penting lagi, siapa tau dengan material baru nanti harganya jadi lebih murah. Hehehe!

.