Kenalan Sama Eiji Tsuburaya: Pencipta Godzilla dan Ultraman

| Oleh: Yudi | 21 Jul 2015 - 6:15 PM
772
0
eiji tsuburaya

Hayo siapa yang enggak tau Godzilla atau Ultraman? Rasanya hampir semua kenal. Tapi tau enggak kalau disebut nama Eiji Tsuburaya? Padahal Eiji Tsuburaya inilah pencipta Godzilla dan Ultraman, loh! Hebatnya dia sudah menciptakan Godzilla tahun 1950-an dan Ultraman tahun 1960-an dengan efek khusus yang ia ciptakan sendiri. Mumpung masih bulan Juli (bulan kelahirannya) dan serial Ultraman X masih hangat, yuk kita kenalan dulu sama legenda yang satu ini.

Gara-gara King Kong
Eiji Tsuburaya yang memang dikenal jenius tertarik pada banyak hal. Misalnya pesawat model dan film, yang saat itu terbilang teknologi baru. Hingga ia memutuskan menjadi kamerawan pada tahun 1919. Sampai pada suatu ketika, Eiji Tsuburaya yang banyak menciptakan peralatan kamera sendiri ini terpana ketika melihat film King Kong pada tahun  1933.

Pria kelahiran 7 Juli 1901 ini yakin dapat membuat film dengan efek khusus seperti King Kong yang saat itu dianggap berteknologi canggih. Bermodal kopian film King Kong, dia mempelajari karakter King Kong dan efek khusus di film tersebut hingga akhirnya berhasil merekayasa ulang efek khususnya.

Selepas Perang Dunia II, ada produser film Tomoyuki Tanaka dari Toho Motion Picture yang ingin sekali membuat film bertema monster. Ini lantaran kala itu dunia dihebohkan berita uji coba bom hidrogen Amerika di Marshall Island. Akhirnya setelah berdiskusi dengan Eiji, monster tersebut dinamai Gojira yang diambil dari gabungan kata gorila dan kujira (paus). Nah, sekarang jadi tau kan, kenapa Godzilla selalu berhubungan dengan nuklir dan radiasi?

Tercanggih Pada Masanya
Kehadiran Gojira pada tahun 1954 bikin geger dunia perfilman. Karena dianggap sebagai film tercanggih dan termahal di masanya melalui penggunaan model, fotografi khusus, kostum, dan efek visual. Tsuburaya merubah gaya stop-motion yang ia pelajari dari film King Kong menjadi efek visual yang lebih nyata. Yaitu dengan menggunakan miniatur kota Tokyo dan menghancurkannya secara langsung dengan cara diinjak, diledakkan atau dibakar oleh si monster. Kesuksesan Gojira juga langsung melahirkan kelompok penggemar monster dan menjadi ikon pop-culture seluruh dunia. 

eiji tsuburaya pencipta godzilla dan ultraman

Kepopuleran Gojira akhirnya membuat Amerika mengadaptasi filmnya pada tahun 1998 yang diberi judul Godzilla. Hal ini membuat monster karya Eiji Tsuburaya ini makin mendunia. Sosok Godzilla hadir dalam bentuk komik, kartun, dan video game. Sebut saja Marvel and Dark Horse Comic yang pernah mengadaptasi cerita Godzilla dalam judul Godzilla: King of Monsters.

Lalu tahun 2014 Amerika kembali membuat film dengan judul yang sama. Walau film ini dibuat dengan tekhnik CGI dan 3D, namun ciri khas Tsuburaya masih terasa kental. Terutama saat sang Kaiju (monster raksasa) menghancurkan kota.

Ultraman Series
Tsuburaya terus berinovasi dengan model-model, visual efek dan spesial efek yang lebih rumit. Akhirnya di tahun 1963, dia mendirikan perusahaan produksi film sendiri, Tsuburaya Visual Effect Production. Tsuburaya kembali berkarya lewat film Mothra Vs. Godzilla dan pada pada tahun 1966 terciptalah Ultraman yang tak kalah terkenal.

Jika Godzilla diproduksi sebagai film layar lebar, Ultraman diproduksi sebagai serial tivi dengan 40 episode. Tokoh utama Ultraman diceritakan sebagai seorang manusia yang bergabung dengan pasukan khusus untuk melawan monster raksasa (Kaiju) yang mengganggu kedamaian bumi. Tak perlu menunggu waktu lama bagi Ultraman untuk menjadi pop-culture yang fenomenal di Jepang dan menyebar ke seluruh dunia. Kehadiran Ultraman melengkapi genre tokusatsu yang sebelumnya diawali oleh Godzilla. Tokusatsu adalah istilah dalam bahasa Jepang untuk kategori film dengan efek khusus dan Eiji Tsuburaya adalah orang pertama yang menciptakan tokusatsu modern. Berkat kepopulerannya, hingga kini Ultra-series masih berlanjut dengan Ultraman-X sebagai Ultraman ke-41.

Eiji Tsuburaya meninggal pada tahun 1970 di usia 68 tahun. Namun dia berhasil mewariskan perubahan baru dalam budaya perfilman dan spesial efek di seluruh dunia. Bahkan dia disebut sebagai pencetus film monster legendaris sepanjang masa. Selain tentu saja bisa disebut sebagai bapak tokusatsu.

.