Ekskul Anggar Saint John Catholic School: Seru dan Berprestasi

| Oleh: George | 26 Aug 2016 - 5:56 PM
217
0
ekskul anggar saint john catholic school

Ada kegiatan ekstra kurikuler yang menarik dan berbeda di sekolah Saint John Catholic School. Pada sekolah yang terletak di daerah BSD ini, ternyata ada ekstra kulikuler olah raga anggar, loh!  Wuih, keren, yah? Nah, kebetulan Kupaman berkesempatan datang dan langsung melihat sendiri kegiatan latihan mereka, nih.

Di Saint John Catholic School, kegiatan ekskul anggar ini dibimbing langsung oleh Pak Widi Dwi Anggoro, yang juga merupakan guru olahraga dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Kebetulan  juga Pak Widi memang merupakan atlet nasional anggar. Ooh, pantesan!

Ekskul anggar di Saint John Catholic School bukan cuma sekadar kegiatan olahraga pengisi waktu luang saja, loh! Bisa jadi juga karena dibimbing langsung oleh guru yang juga atlet nasional anggar, sudah beberapa kali para siswa peserta ekskul anggar meraih medali perunggu, perak, sampai emas di kejuaraan antar sekolah sampai tingkat kejurda propinsi Banten.

Nah, di Saint John Catholic School, ekskul anggar ini ditujukan bagi siswa kelas 7 sampai kelas 12 alias siswa SMP sampai SMA. Namun terbuka bagi siswa maupun siswi. “Kami belum membuka untuk SD karena memerlukan perlengkapan yang sedikit berbeda dan belum memilikinya, “ ujar Pak Widi menjelaskan dengan ramah.

latihan dasar ekskul anggar saint john catholic school

Namun rupanya ketika Kupaman mendatangi langsung latihan ekskul anggar di Saint John Catholic School nampaknya semua peserta nampak antusias. Baik yang baru masuk atau yang sudah lama dan mulai berprestasi.

Berbeda dengan perkiraan kita, ternyata begitu masuk ekskul ini, enggak langsung belajar main pedang dan main tusuk-tusukan, loh! Melainkan fisik terutama kaki harus diperkuat dulu sekaligus berlatih posisi tubuh (seperti kuda-kuda dalam beladiri). Makanya Kupaman melihat banyak peserta baru yang menjalani latihan ini.

“Kalau semuanya sudah bagus, nanti baru mulai latihan klasikal (berlatih dengan anggar bersama-sama), lalu kemudian private atau latihan langsung berdua dengan pelatih,” jelas Pak Widi lagi.

Dalam anggar, ternyata ada tiga jenis senjata atau pedang yang berbeda-beda dan dipertandingkan sesuai jenis pedangnya. Misalnya ada jenis Sabre, Foil dan Epee. Ketiga jenis pedang tersebut mempunyai aturan pertandingan, bobot dan karakter berbeda yang nantinya disesuaikan dengan karakter dan fisik atlet yang bersangkutan.

Walaupun memakai pedang, jangan takut karena main anggar terbilang aman. Karena pedangnya tidak tajam, kok. Sudah begitu, tubuh kita masih dilindungi dengan baju pelindung yang mampu menahan tusukan. Sementara bagian kepala dilindungi masker dengan jaring-jaring logam pada bagian wajah. Jadinya kalau kena tusuk sekalipun rasanya cuma sakit-sakit dikit, kok!

Pada dasarnya bermain anggar bagus untuk para siswa karena melatih kekuatan fisik, koordinasi mata serta gerakan kaki dan tangan, akurasi, kecerdasan (karena harus berpikir dengan cepat), dan juga kesabaran.  Sementara gerakannya kuat dan cepat namun indah karena mirip gerakan menari. Tapi gagah karena menyandang pedang. Malah kata pak Widi, main anggar itu ibarat bermain catur dalam kecepatan tinggi karena harus pakai stategi juga.

Wah, ternyata seru ya main anggar itu? Terima kasih ya Pak Widi dan teman-teman ekskul anggar Saint John Catholic School sudah mau nemenin Kupaman mengenal anggar!

peserta ekskul anggar saint john chatolic school

Komentar Mereka

Arief Dharma (Kelas 8)
Saya latihan anggar sudah satu tahun dan sudah pernah bertanding di pertandingan antar sekolah di High Scope walaupun belum menang. Saya tertarik main anggar karena kakak saya yang dulu juga sekolah di Saint John juga ikutan ekskul anggar dan peralatannya masih lengkap. Tapi ternyata setelah dicoba sendiri, anggar memang seru dan saya ingin mengejar prestasi dengan mendapatkan medali kalau bertanding.

Audrey Madeleine Gandakusuma (Kelas 8)
Walaupun anggar bukan olahraga yang umum dan memang tidak umum buat cewek, tapi saya mau mencoba karena tampak seru. Memang sih, kata orang-orang saya agak tomboy tapi anggar juga cocok buat cewek sih. Manfaat yang saya dapat dengan latihan anggar adalah saya sekarang lebih tenang dan percaya diri.

Jesslyn Vianesa Susanto (Kelas 7)
Orangtua sempat kaget juga waktu saya menyatakan ingin ikut ekskul anggar. Namun mereka memperbolehkan dan mendukung. Menurut saya anggar itu bisa buat fun, tapi juga bisa buat prestasi. Awalnya saya enggak menyangka anggar banyak latihan fisiknya. Kirain langsung latihan tusuk-tusukan pakai pedang. Tapi saya sudah putuskan ingin ikutan terus!

Josef Rangga Widyadarma (Kelas 7)                            
Saya ikutan ekskul anggar karena mau mencoba karena kelihatannya seru dan beda. Untungnya orang tua memperbolehkan dan mendukung pilihan ekskul saya. Walau baru dua kali latihan, saya memutuskan ingin berlatih terus.