Comifuro 6: Ajang Kumpul Pecinta dan Kreator Doujinshi Lokal

| Oleh: Yudi | 25 Aug 2015 - 6:38 AM
88
0
kreasi doujinsi lokal di comifuro 6

Kata doujin atau doujinshi terinspirasi dari kemunculan manga modern yang mulanya disajikan dalam bentuk majalah. Terdiri dari kata doujin, yang berarti orang yang sama, dan shi yang berarti majalah. Jadi secara umum, doujinshi bisa diartikan sebagai manga ciptaan seorang fans yang terinspirasi dari manga favoritnya. Dalam hal ini fans yang dimaksud adalah kreator manga lokal.

Nah, event Comic Frontier, atau lebih umum disebut Comifuro ini mengadaptasi format acara seperti doujin market di Jepang. Berlokasi di Exhibition Hall Gedung SMESCO Jakarta, Comifuro 6 digelar tanggal 22-23 Agustus 2015 lalu.

Sebagai doujin market, Comifuro bisa dikatakan surga bagi penyuka karya-karya orisinil atau fanart. Meskipun sekilas hampir sama dengan Popcon, namun Comifuro lebih mengkhususkan pada karya bernuansa Jepang. Jadi hampir tak ditemukan ilustrasi atau komik ala barat, seperti Marvel atau DC di sini.

kreasi doujinshi lokal di comifuro 6

Makanya yang hadir memang para penggemar atau komunitas budaya pop Jepang. Misalnya komunitas ITA Indonesia bersama itasha, itansha, dan itachari-nya. Kehadiran kendaraan-kendaraan berlapis stiker anime tersebut memang menambah seru suasana.

Apalagi dari stage terdengar lantunan lagu-lagu khas anime, baik remix atau vocaloid kolaborasi DJ VESUVIA dan REDSHiFT. Juga diadakan lomba karaoke, voice acting, cosplay catwalk, dan anime screening. Tak jauh dari stage, tersedia jejeran meja yang digunakan sebagai TCG (Trading Card Game) arena.

Keseruan berlanjut di area utama tempat para kreator, komikus dan komunitas berkumpul. Lebih dari 200 komunitas (biasa disebut circle) menawarkan produk berupa karya orisinil (doujin) yang dikemas sebagai komik, majalah, novel, poster, pembatas buku, game dan lain-lain.

Misalnya I-Toku yang membuat komik berjudul IToku Fight! dan IToku Mix dengan tokoh utama karakter  tokusatsu  seperti Kamen Rider atau super sentai. Juga ada circle yang menjual majalah Shonen Fight. Mirip Shonen Magz atau Shonen Jump, isinya kumpulan beberapa komik orisinil karya komikus lokal bertema aksi dan petualangan.

jasa menggambar di comifuro 6

Sesuatu yang khas dari event ini  adalah banyak sekali circle yang menawarkan jasa membuatkan sketsa atau gambar. Kita bisa loh, minta dibuatkan gambar atau sketsa diri kita ala manga. Jadi ketika pulang, kita punya kenang-kenangan yang unik dari event ini.

Selain itu kita bisa berburu gantungan kunci, stiker, pin, bahkan CD berisi kompilasi lagu orisinil (indie) sampai pembuat tato temporer berukuran A6 bertema Guild of Fairy dan gambar lucu lainnya. Untuk penggemar cosplay, banyak juga yang menjual aksesoris cosplay mulai dari wig hingga kostumnya.

Acara makin lengkap dengan hadirnya Maid Cafe dan tentunya para cosplayer yang membuat “huru-hara” makin semarak sampai menjelang sore. Lokasi yang nyaman, tiket masuk gratis, dan konten yang menarik membuat para penggemar budaya pop Jepang betah berada di Comifuro 6 ini. Semoga bisa terus berlanjut, ya!

.