Bermain Pokemon GO di Gereja, Seorang Pemuda Rusia Dipenjara

| Oleh: Yudi | 10 Sep 2016 - 7:00 AM
75
0
rusia melarang bermain pokemon go di gereja

Entah sudah berapa kali Niantic Labs dan pihak lainnya mengingatkan untuk berhati-hati dalam bermain Pokemon GO. Yang dimaksud berhati-hati di sini bukan hanya soal keselamatan, namun mencakup banyak hal lainnya. Karena sejak game ini diluncurkan awal Juli kemarin, cukup banyak kejadian yang sifatnya kurang menyenangkan.

Namun kejadian paling menghebohkan soal bermain Pokemon GO hingga saat ini mungkin baru saja dialami oleh pemain Pokemon GO asal Rusia bernama Ruslan Sokolovsky. Siapa yang mengira jika bermain Pokemon GO bisa menyeretnya masuk penjara?

pemuda rusia terancam lima tahun penjara lantaran pokemon go

Setelah dirilis secara global, beberapa negara memang mengharamkan kehadiran Pokemon GO dengan berbagai alasan. Iran menjadi negara pertama yang melarang Pokemon GO, sementara negara lain juga memiliki tempat di mana larangan bermain Pokemon GO berlaku. Meskipun entah hukuman apa yang akan dijatuhkan jika ada yang melanggar.

Kembali ke Rusia, di mana Ruslan Sokolovsky terkena hukuman penjara lantara bermain Pokemon GO dalam sebuah gereja bersejarah. Sokolovsky adalah player Pokemon GO sekaligus blogger terkenal di Rusia. Di Rusia sendiri memang ada larangan bermain Pokemon GO di dalam gereja, dan hukuman atas pelanggaran larangan ini adalah penjara.

Sokolovsky merasa larangan tersebut terlalu mengada-ada, sehingga dia melakukan protes dengan cara bermain Pokemon GO di gereja Yekaterinburgh All Saint. Dia merekam aktivitas tersebut lantas mengunggah videonya ke YouTube. Hasilnya, Sokolovsky langsung diperiksa polisi dan dinyatakan melanggar hukum.

ruslan sokolovsky dipenjara karena dianggap menghina agama

Menurut kepala gereja Moscow, Vladimir Legoyda, penangkapan pemuda berumur 22 tahun ini bukan karena dia bermain Pokemon GO di dalam gereja, tetapi karena dia merekam aktivitasnya tersebut disertai komentar bernada provokatif. Namun meskipun terbukti bersalah, Sokolovsky juga mendapat banyak dukungan dari masyarakat.

Untungnya Sokolovsky tak harus mendekam selama lima tahun di penjara. Peradilan memutuskan Sokolovsky akan melanjutkan hukumannya dengan status tahanan rumah hingga tanggal 25 November. Selama masa hukuman tersebut, Sokolovsky dilarang menggunakan gadget atau internet.