Belum Tayang, Live-Action Death Note Versi Netflix Sudah Dibanjiri Protes

| Oleh: Yudi | 05 Apr 2017 - 12:13 PM
437
0
banyak gunakan aktor kulit putih live action death note milik netflix diprotes

Kasus ribut-ribut soal manga yang diadaptasi menjadi live-action kembali muncul. Kali ini giliran penggemar Death Note yang buka suara karena merasa tak puas. Manga popular karya Tsugumi Oba dan Takeshi Obata tersebut memang bukan pertama kalinya ditampilkan dalam bentuk live-action. Namun beda cerita jika yang membuat live-action adalah pihak Amerika dengan gaya Hollywood.

Live-action Death Note versi Hollywood rencananya akan ditayangkan di Netflix pada tanggal 25 Agustus 2017 mendatang. Pada tanggal 22 Maret 2017 lalu, mereka telah merilis video teaser pertamanya. Tak perlu menunggu waktu lama untuk memicu berbagai reaksi dari para penggemar Death Note atas live-action tersebut.

penggemar adakan petisi untuk boikot penayangan live action death note di netflix

Protes ini muncul karena banyak penggemar Death Note yang tak terima dengan para pemeran live-action tersebut. Mereka menganggap Netflix melakukan Whitewashing terhadap para karakter utama Death Note. Sedikit info, Whitewashing adalah tindakan yang umum dilakukan industri film Amerika, di mana mereka menggunakan pemain kulit putih terhadap karakter yang aslinya non kulit putih.

Untuk live-action yang diadaptasi dari sebuah manga dan anime, tentu saja hal tersebut tak bisa diterima begitu saja oleh penggemar. Death Note milik Netflix ini bahkan hanya menghadirkan Masi Oka sebagai satu-satunya aktor kelahiran Jepang. Melihat kejadian ini, salah satu penggemar akhirnya membuat petisi untuk memboikot penayangan Death Note di Netflix.

Melalui situs Care2 Petition, Sarah Rose melayangkan protes terhadap Netflix atas dugaan tindakan Whitewashing. Petisi berisi pemboikotan ini bahkan sudah terdengar hingga ke Jepang. Target petisi ini adalah 16 ribu suara, dan sekarang jumlahnya sudah mencapai sekitar 15.500 suara. Beberapa netizen pun turut berkomentar atas petisi tersebut.

live action milik hollywood dianggap merusak cerita asli manga atau anime

Pihak pro merasa adanya ketidakcocokan apabila sebuah live-action dari manga atau anime diperankan kulit putih. Berbeda dengan pihak kontra yang merasa pemilihan pemain kulit putih sah-sah saja karena ini memang versi Hollywood. Namun pertanyaannya, apakah Netflix akan menghentikan penayangan live-action Death Note tersebut jika petisi ini terpenuhi?

Aksi protes semacam ini memang tak hanya sekali-dua kali dilakukan. Begitu juga kontroversi dari industri film barat yang terkesan seenaknya mengadaptasi cerita manga atau anime menjadi live-action. Alasan utamanya lebih disebabkan karena kebanyakan live-action Hollywood dianggap merusak cerita asli. Contohnya seperti film Ghost in the Shell yang sedang tayang di bioskop.

Seperti apa hasilnya film Death Note versi Netflix, bisa disimak di Resensi Film Death Note: Melenceng Tapi Punya Daya Tarik Tersendiri.

.